Indonesia Kirim Tentara ke Gaza, Segini Jumlah Pasukannya!
Pemerintah Indonesia tengah membahas rencana penempatan pasukan ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari kontribusi dalam misi internasional untuk menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut.
Inisiatif ini muncul dalam upaya global mendorong perdamaian dan pemulihan pasca perang berkepanjangan antara Israel dan Hamas.
Rencananya, pasukan Indonesia akan diberangkatkan di bawah bendera Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) mulai April mendatang.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen, Donny Pramono, menyampaikan bahwa TNI telah menyiapkan brigade gabungan berjumlah 8.000 personel. Dari total tersebut, sekitar 1.000 personel diproyeksikan menjadi tim pendahulu yang siap diberangkatkan pada April 2026, sementara sisanya ditargetkan menyusul pada Juni 2026.
Baca Juga : WTe Danantara Ada 8 Calon Perusahaan, Siapa yang Terkuat?
Namun demikian, Donny menegaskan bahwa pengerahan pasukan tetap menunggu keputusan politik pemerintah serta mekanisme internasional yang berlaku.
“Berdasarkan info yang kami dapatkan, sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan TNI ke Gaza,” kata Donny, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan, rencana pengiriman sekitar 8.000 personel masih berada dalam tahap persiapan dan menanti keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Di internal TNI, Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar pada 12 Februari 2026 baru sebatas menetapkan format brigade komposit dengan kekuatan 8.000 personel.
Donny menjelaskan, tahapan yang disusun meliputi pemeriksaan kesehatan serta penyiapan administrasi hingga Februari, dilanjutkan dengan gelar kesiapan pasukan pada akhir bulan tersebut.
“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026, dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026,” lanjut Donny.
Ia menekankan bahwa istilah “siap berangkat” tidak berarti pasukan sudah diberangkatkan, melainkan berada dalam kondisi siap dikerahkan sewaktu-waktu.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan RI Brigjen, Rico Ricardo Sirait, belum dapat memastikan waktu pelaksanaan. Ia meminta publik menunggu hasil pertemuan puncak Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Konferensi tingkat tinggi (KTT) Board of Peace dijadwalkan berlangsung di Washington, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026. Indonesia merupakan salah satu anggota organisasi tersebut, dan Presiden Prabowo telah mengkonfirmasi kehadirannya.
“Tunggu ini (kegiatan di BoP) ya,” kata Rico.
Rencana pengerahan pasukan ISF dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menuai perhatian karena tujuannya mencakup fungsi pengawasan hingga pelucutan senjata Hamas.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ISF tidak bersifat tempur.
“Keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi,” kata Kemlu dalam siaran persnya, dikutip Selasa (17/2/2026).
Baca Juga : KPK Kembali Sita Uang Tunai Rp 5 Miliar di Korupsi Bea Cukai
Kemlu juga memastikan bahwa personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur maupun konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun.
Indonesia disebut-sebut berpotensi menjadi negara pertama yang mengirimkan pasukan ke Gaza dalam kerangka ISF. Sejumlah laporan media menyebut pengerahan bisa dilakukan dalam beberapa pekan setelah forum BoP rampung.
ISF sendiri berada di bawah inisiasi Board of Peace yang dibentuk setelah Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 2803 pada November 2025.
