Trump Kini Dukung Voting via Pos, Khawatir Republik Kalah?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini mendorong pendukung Partai Republik menggunakan pemungutan suara melalui pos dalam pemilu sela.
Perubahan sikap tersebut terjadi setelah Trump selama bertahun-tahun mengkritik metode pemungutan suara melalui pos dan mengeklaim metode tersebut rentan terhadap kecurangan.
Trump menyampaikan ajakan itu melalui video yang diunggah di platform Truth Social pada Sabtu (3/10/2026).
Dalam video tersebut, Trump juga mempromosikan situs Partai Republik yang memberikan panduan kepada pemilih mengenai cara menggunakan hak suara.
Baca Juga: Iran Ancam Serang Pangkalan dan Kapal Perang Amerika
Trump Berbalik Dukung Voting via Pos
“Berikan suara lebih awal. Berikan suara melalui pos. Atau berikan suara secara langsung pada Hari Pemilihan,” kata Trump dalam video tersebut, seperti dikutip New York Times.
Sikap tersebut berbeda dengan pernyataan Trump sebelumnya yang berulang kali mempertanyakan keamanan pemungutan suara melalui pos.
Pada Juli lalu, Trump bahkan menyebut surat suara melalui pos “pada dasarnya korup”.
Padahal, tidak terdapat bukti mengenai kecurangan yang meluas dalam pemungutan suara melalui pos.
Trump juga sempat menandatangani perintah eksekutif pada Maret yang bertujuan membatasi penggunaan surat suara melalui pos.
Namun, kebijakan tersebut dibatalkan Mahkamah Agung AS pada September.
Upaya Trump untuk mendorong Kongres mengesahkan undang-undang yang membatasi pemungutan suara melalui pos juga tidak berhasil.
Ironisnya, Trump sendiri pernah menggunakan metode tersebut sebagai pemilih di Florida.
Ia mengirimkan surat suaranya melalui pos dalam pemilu khusus pada Maret dan mengatakan menggunakan metode itu “karena saya adalah presiden Amerika Serikat”.
Beberapa hari sebelumnya, Trump justru mengatakan, “Pemungutan suara melalui pos berarti kecurangan melalui pos.”
Trump kembali menggunakan pemungutan suara melalui pos dalam pemilihan pendahuluan pada Agustus.
Baca Juga: Danantara Jelaskan Aset BUMN Besar, Tapi Cash Flow Minim
Partai Republik Terancam Kehilangan Kongres
Perubahan sikap Trump terjadi ketika tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya menurun di tengah tingginya harga kebutuhan pokok setelah AS memulai perang dengan Iran.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko Partai Republik kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres dalam pemilu sela.
Partai Republik juga khawatir sikap Trump yang terus mengkritik pemungutan suara melalui pos justru membuat kandidat mereka kehilangan keuntungan dalam pemilu.
Pakar hukum pemilu dari New York University, Richard Pildes, menilai perubahan sikap Trump menunjukkan pergeseran strategi yang signifikan.
Menurut Pildes, perubahan tersebut terjadi setelah upaya Trump membatasi pemungutan suara melalui pos tidak berhasil.
“Dia menyadari bahwa upayanya mengubah kebijakan tentang pemungutan suara lewat pos pada dasarnya telah gagal dan sekarang dia mengubah strategi,” kata Pildes.
Sementara itu, sejumlah negara bagian AS mulai mengirimkan surat suara untuk pemilu yang dijadwalkan pada 3 November.
Masa pemungutan suara lebih awal juga telah dibuka di sejumlah negara bagian, termasuk Illinois dan Minnesota.
North Carolina menjadi negara bagian pertama yang mengirimkan surat suara untuk pemilu tersebut, yakni hampir sebulan lalu.
