Israel Bermimpi Berdamai dengan Arab Saudi, Respons Riyadh?
Presiden Israel Isaac Herzog mengungkapkan optimisme baru mengenai peluang perdamaian dengan Arab Saudi, terutama setelah gencatan senjata di Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan yang bernada penuh harapan, Herzog menyebut dirinya “bermimpi” suatu hari bisa merayakan kesepakatan damai bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
“Merupakan impian saya bisa merayakan perdamaian dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Tempat lahirnya Islam dan Yudaisme yang bersatu akan mengubah dunia,” ujar Herzog di kediamannya di Yerusalem.
Baca Juga: China Perluas Fasilitas Militer di Laut China Selatan
Menurut dia, Arab Saudi tetap menjadi negara kunci dalam upaya normalisasi Israel di kawasan. Kendati demikian, Riyadh masih berpegang pada prasyarat utama: adanya peta jalan menuju pembentukan negara Palestina.
Herzog tidak menanggapi detail isu tersebut, tetapi ia mengakui bahwa perang dua tahun terakhir telah memperdalam ketidakpercayaan kedua pihak, meski manfaat strategis dari normalisasi sangat besar.
Ia menegaskan bahwa masa depan kawasan akan ditentukan oleh dialog antara komunitas Yahudi dan Muslim.
“Kita terjalin erat dengan tetangga kita,” kata dia.
Herzog juga menyinggung peran Presiden Trump dalam membentuk dinamika geopolitik Timur Tengah, merujuk pada Perjanjian Abraham 2020 yang membuka normalisasi Israel dengan empat negara Arab.
Baca Juga: 1000 BUMN Dipangkas Jadi 200 Perusahaan oleh BPI Danantara
Ia menyebut kesepakatan dengan Arab Saudi sebenarnya hampir tercapai pada 2021 sebelum tertunda karena perubahan pemerintahan di AS dan tambahan tuntutan dari Riyadh.
Selain itu, ia menilai situasi pasca perang dapat membuka peluang diplomatik baru, termasuk kemungkinan kesepakatan dengan Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Pemimpin sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa, disebut berpotensi menjadi mitra baru Washington, meski Israel masih berhati-hati dan menetapkan prasyarat tertentu.
Di Lebanon, Herzog menegaskan stabilitas hanya bisa terwujud jika pemerintah mampu menahan pengaruh Hizbullah.
Sementara itu, Hamas di Gaza dinilai masih aktif meski kehilangan banyak kekuatan. Ia menilai banyak pemimpin Arab memiliki pandangan serupa tentang kebutuhan stabilitas jangka panjang.
Baca Juga: Penyebab Sport Tourism Sulit Maju menurut Bos Danantara
“Ada visi bersama, terlepas dari ancaman yang sangat besar,” tutup Herzog.
“Ini adalah kesempatan untuk mengubah persamaan di Timur Tengah. Kita harus berpikir besar dan memikirkan masa depan,” pungkas dia.

[…] Baca Juga: Israel Bermimpi Berdamai dengan Arab Saudi, Respons Riyadh? – Economix […]
[…] Baca Juga: Israel Bermimpi Berdamai dengan Arab Saudi, Respons Riyadh? – Economix […]