Israel Terus Bombardir dan AS Siap Invasi Darat, Iran Siapkan Kejutan
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat sedang mempersiapkan serangan darat, meskipun secara terbuka menyatakan dukungan terhadap jalur negosiasi damai. Tuduhan tersebut muncul ketika Washington dilaporkan menambah kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah.
“Pasukan kami sedang menunggu kedatangan tentara Amerika di lapangan untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka sekali dan untuk selamanya,” kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu yang dimuat oleh kantor berita resmi IRNA.
Pernyataan itu, disampaikan saat Iran menghadapi gangguan listrik di beberapa wilayah akibat meningkatnya serangan udara oleh Israel di bagian tengah, dan barat negara tersebut.
Serangan Infrastruktur Listrik Picu Pemadaman di Teheran
Kementerian Energi Iran melaporkan bahwa pemadaman listrik terjadi di ibu kota Teheran, wilayah sekitarnya, serta Provinsi Alborz setelah fasilitas industri listrik menjadi sasaran serangan.
Baca Juga : Prabowo Temui Kaisar Jepang, Apa Saja yang Dibahas?
Media pemerintah Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa upaya pemulihan pasokan listrik sedang dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini belum dipastikan apakah serangan tersebut berkaitan langsung dengan ancaman Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menyebut kemungkinan serangan terhadap fasilitas energi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Trump sendiri memperpanjang tenggat waktu negosiasi selama 10 hari hingga 6 April, bersamaan dengan pengajuan rencana perdamaian berisi 15 poin yang dinilai sebagian pihak, terlalu berat untuk Iran.
Laporan dari Al Jazeera menyebut otoritas setempat telah mengaktifkan sejumlah gardu induk untuk memulihkan aliran listrik di wilayah terdampak.
“Ini menunjukkan seberapa banyak mereka juga telah mempersiapkan diri untuk situasi seperti itu,” katanya.
AS Diduga Siapkan Operasi Darat Terbatas di Iran
Laporan media The Washington Post, mengungkapkan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan kemungkinan operasi darat terbatas di Iran dalam beberapa pekan mendatang.
Operasi tersebut disebut berpotensi menargetkan Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak mentah Iran, serta wilayah pesisir di dekat jalur strategis Selat Hormuz.
Seiring memasuki minggu kelima konflik, pemerintahan Trump juga dilaporkan berencana mengirim ribuan pasukan tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82. Langkah ini menyusul pengumuman United States Central Command bahwa sekitar 3.500 personel militer telah tiba di kawasan menggunakan kapal amfibi USS Tripoli.
Korban Sipil Terus Bertambah di Tengah Serangan Beruntun
Militer Israel menyatakan telah menjatuhkan lebih dari 120 amunisi ke sejumlah fasilitas yang diduga digunakan untuk penelitian dan produksi persenjataan di Teheran.
Menurut Kementerian Kesehatan Iran, jumlah korban tewas sejak awal konflik telah mencapai 2.076 orang, termasuk 216 anak-anak.
Serangan di wilayah permukiman desa Osmavandan dilaporkan menewaskan enam warga sipil dan merusak puluhan rumah. Selain itu, sebuah universitas di kota Isfahan kembali menjadi sasaran serangan udara untuk kedua kalinya sejak konflik dimulai, menyebabkan empat staf kampus mengalami luka-luka.
Serangan tersebut, menyusul serangan sebelumnya terhadap Universitas Sains dan Teknologi Iran. Setelah kejadian itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan akan menargetkan dua universitas milik Israel atau Amerika Serikat sebagai aksi balasan.
Baca Juga : Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Kirim Pesan Apresiasi ke Negara Arab Ini
Fasilitas Pendidikan dan Media Turut Menjadi Sasaran
Pejabat Kementerian Pendidikan Iran menyebut sedikitnya 250 siswa dan guru telah meninggal dunia sejak awal konflik, dengan sekitar 600 fasilitas pendidikan terdampak serangan.
Di waktu yang sama, sebuah gedung komersial yang menampung kantor media Al-Araby TV di Teheran turut mengalami kerusakan akibat serangan. Rekaman video menunjukkan kerusakan pada dinding dan jendela gedung bertingkat tersebut.
“Sungguh keajaiban kami selamat,” kata operator kamera Al Araby, Mohammadreza Shademan. “Tidak ada target militer di sini.”
Iran Ajukan Tuntutan dan Perluas Serangan ke Israel
Di tengah meningkatnya korban sipil, Iran mengajukan proposal lima poin kepada Amerika Serikat yang mencakup tuntutan kompensasi, penghentian pembunuhan pejabat Iran, serta jaminan untuk mencegah konflik lanjutan.
Militer Israel melaporkan bahwa sejumlah rudal kembali diluncurkan dari Iran, disertai serangan roket dari kelompok Hizbullah ke wilayah Israel utara.
Salah satu fasilitas industri di wilayah Beersheba dilaporkan terkena rudal atau serpihan proyektil, meskipun tidak ada korban jiwa. Sementara itu, beberapa rudal lain menghantam area terbuka di dekat pemukiman dan menyebabkan sejumlah warga terluka.
Negara-Negara Kawasan Upayakan Deeskalasi Konflik
Sejumlah negara, termasuk Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi, menggelar pertemuan di Islamabad untuk mencari solusi diplomatik guna meredakan konflik yang terus meluas.
Di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab melaporkan berhasil mencegat 16 rudal balistik dan 42 drone, sementara Arab Saudi mengklaim telah menembak jatuh 10 drone.
Sirine peringatan juga dilaporkan berbunyi di Kuwait dan Bahrain seiring meningkatnya ancaman serangan.
Baca Juga : Breaking: Trump Klaim Perang Iran Bakal “Selesai” Minggu Depan
Ancaman Jalur Minyak Global Semakin Meningkat
Militer Iran menyatakan telah menargetkan pasukan Amerika Serikat di Yordania, termasuk pangkalan udara Muwaffaq Salti di Azraq.
Seorang komandan angkatan laut Iran menyebut negaranya memiliki kendali penuh atas perairan di sekitar Selat Hormuz, jalur penting yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Sementara itu, keterlibatan kelompok Houthi dari Yaman semakin memperumit situasi. Serangan mereka di kawasan Selat Bab al-Mandeb memicu kekhawatiran terhadap terganggunya jalur perdagangan global yang bernilai hingga sekitar 1 triliun dolar AS per tahun.

[…] Israel Terus Bombardir dan AS Siap Invasi Darat, Iran Siapkan Kejutan […]
[…] Israel Terus Bombardir dan AS Siap Invasi Darat, Iran Siapkan Kejutan […]