Kanada Boikot Produk AS di Tengah Perang Dagang Trump
Warga Kanada semakin gencar memboikot produk asal Amerika Serikat (AS) dan beralih ke barang produksi dalam negeri.
Langkah tersebut dilakukan di tengah memanasnya perang dagang antara Kanada dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Aksi boikot konsumen mulai memengaruhi produk yang tersedia di rak supermarket.
Kondisi ini juga mendorong para pedagang mencari pemasok baru dari dalam negeri.
Presiden jaringan toko bahan makanan independen Vince’s Market, Giancarlo Trimarchi, mengatakan aksi boikot kali ini lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
“Kali ini jauh lebih agresif dibandingkan tahun lalu,” ujar Trimarchi dalam wawancara, setelah tokonya mendapat kritik karena masih menjual produk asal AS, seperti dikutip Reuters, Senin (14/9/2026).
Empat toko milik Trimarchi di wilayah Greater Toronto kini memasok sekitar 90 persen produk pertanian dari Kanada.
Salah satunya dengan mengganti sumber stroberi dari AS ke Quebec.
Baca Juga: Enam Kali Reshuffle Kabinet Prabowo Gibran, Ini Daftarnya
Namun, perubahan pemasok tersebut turut menambah tekanan terhadap biaya operasional toko.
“Kami selalu dihadapkan pada situasi di mana kami harus menyeimbangkan antara kualitas dan harga. Kini, faktornya menjadi kualitas versus harga versus negara asal,” kata Trimarchi.
Peritel Kanada Ikut Prioritaskan Produk Lokal
Peritel besar di Kanada juga mulai menyesuaikan strategi untuk merespons perubahan perilaku konsumen.
Loblaw Cos kembali memasang tanda bergambar daun maple untuk menandai produk buatan Kanada.
Perusahaan tersebut juga menggunakan label “T” untuk menunjukkan barang yang terdampak tarif.
Sementara itu, Metro menyatakan akan terus memprioritaskan produk lokal.
Wakil Presiden Senior Kebijakan Publik dan Advokasi Canadian Federation of Independent Grocers, Gary Sands, menilai perubahan perilaku konsumen tersebut kemungkinan tidak hanya bersifat sementara.
“Telah terjadi perubahan permanen dalam pola pikir masyarakat Kanada,” ujarnya.
Data pemerintah menunjukkan pangsa impor sayuran Kanada dari AS turun menjadi 62,6 persen pada Juli.
Angka tersebut turun dari 69 persen pada bulan yang sama pada 2023.
Sentimen terhadap produk AS juga terlihat di kalangan konsumen.
John Ambard, 27 tahun, warga Toronto, mengatakan dirinya kini lebih sering memeriksa label produk dan mencari informasi mengenai perusahaan.
Baca Juga: Perang Iran Bisa Sampai 2029, Ini Kata Pejabat AS
Hal itu dilakukan untuk menghindari produk asal AS.
“Jika saya bisa mendukung produk dan institusi Kanada di masa-masa sulit ini, itu adalah cara bagi saya untuk turut membantu dengan kemampuan saya yang terbatas,” katanya.
Aksi boikot tersebut juga mendorong Kanada memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.
Pemerintah Kanada mengalokasikan sekitar 3 miliar dollar Kanada atau sekitar Rp38,7 triliun dalam 10 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun rumah kaca dan meningkatkan produksi pangan sepanjang musim dingin.
Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Kanada terhadap impor ketika hubungan dagang dengan AS kembali memanas.

[…] Kanada Boikot Produk AS di Tengah Perang Dagang Trump […]