Mentan Amran Desak Hukum Berat Penyelundup Bombay Ilegal: Kerugian Tembus Rp135 Triliun!
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas untuk menindak tanpa ampun praktik impor bawang bombay ilegal. Amran menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk pengkhianatan terhadap bangsa karena berpotensi merugikan rakyat dalam skala besar dan membahayakan masa depan sektor pertanian nasional.
Dalam konferensi pers di kantornya, Senin (12/1/2026), Amran mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan sanksi seberat-beratnya kepada para pelaku.
“Harus dihukum seberat-beratnya. Belum (ada penindakan hukum). Tapi harus ditindak. Dihukum seberat-beratnya. Itu mengkhianati bangsa,” ujarnya.
Meskipun saat ini penindakan hukum secara menyeluruh sedang diproses, Amran memastikan bahwa setiap komoditas yang masuk tanpa dokumen resmi tidak akan diberi ruang sedikit pun.
Baca Juga: Demo Iran Tewaskan 500 Orang, Pemerintah Tetapkan Berkabung – Economix
Berdasarkan perhitungan kementerian, total potensi kerugian akibat masuknya bawang bombay ilegal ini mencapai Rp135 triliun, dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp130 triliun. Amran mengingatkan bahwa dampak masuknya penyakit melalui produk ilegal jauh lebih berbahaya daripada sekadar angka pajak yang hilang.
“Kita hitung kemarin totalnya Rp135 triliun (kerugian dari masuknya bawang bombay ilegal). Kehilangan rakyat, karena ada masuk ilegal, tiba-tiba itu tidak diperiksa di Badan Karantina, tidak diperiksa di Bea Cukai, yang masuk adalah penyakit, menyebar, nggak bisa kita tahan,” kata Amran.
Ia memberikan perbandingan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang pernah melanda populasi sapi di Indonesia. Saat itu, 6 juta ekor sapi hilang dengan nilai kerugian mencapai Rp120 triliun.
Menurutnya, satu kilogram produk ilegal yang membawa bakteri memiliki risiko yang sama besarnya dengan satu juta kilogram karena dapat merusak ekosistem pertanian yang sulit untuk ditahan penyebarannya.
Penindakan ini bermula dari laporan yang diterima Amran pada waktu subuh, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pencegatan langsung terhadap satu kapal pengangkut. Dari hasil operasi, ditemukan barang bukti sebanyak 6.172 karung bawang bombay dengan berat total sekitar 133,5 ton.
Baca Juga: 5 Alasan Iran Menuduh AS-Israel Jadi Biang Kerusuhan – Economix
Amran mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium di Surabaya terhadap temuan di Semarang menunjukkan bawang bombay tersebut terindikasi berpenyakit. Meski sudah mengantongi informasi mengenai negara asal impor tersebut, Amran memilih untuk tidak mengungkapkannya ke publik saat ini.
Ia meminta dukungan penuh dari Polisi Militer (PM) hingga Kapolres untuk membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya guna menciptakan efek jera.
Selain risiko penyakit, Mentan menyoroti dampak serius terhadap psikologi para petani di dalam negeri. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani dan 4-5 juta peternak yang menggantungkan hidupnya pada stabilitas produksi nasional. Amran menegaskan bahwa kepentingan segelintir oknum tidak boleh mengorbankan nasib ratusan juta jiwa.
Ia mencontohkan, masuknya satu ton beras impor saja dapat memukul mental 29 juta petani beras beserta keluarga mereka yang berjumlah 115 juta orang. Jika semangat petani untuk berproduksi menurun, Indonesia terancam kembali pada ketergantungan impor, padahal saat ini status swasembada beras telah berhasil dicapai.
Amran menegaskan komitmennya untuk menjaga ketat pasar pangan domestik dari segala bentuk penyelundupan.
“Kalau petani tahu ada impor beras satu ton saja, dampaknya ke 29 juta petani beras dan keluarganya bisa 115 juta orang. Petani bisa berhenti, lalu impor lagi. Ini yang harus dijaga ketat,” tegasnya.
Baca Juga: Targetkan 60.000 Koperasi Merah Putih di Akhir 2026, Ini Kata Prabowo – Economix
