Nasabah Ngerem Pakai Kredit! Maybank Ungkap Dana Triliunan Masih Mengendap Tak Dicairkan
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menanggapi fenomena tingginya angka undisbursed loan atau fasilitas kredit perbankan yang telah disetujui namun belum dicairkan oleh nasabah.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan bahwa meskipun tingkat penyaluran kredit perseroan tergolong stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, saat ini nasabah cenderung sangat berhati-hati.
“Tapi memang kami melihat juga banyak nasabah yang lebih hati-hati menggunakan fasilitasnya. Sesuai dengan kondisi dari kebutuhan mereka. Karena kan fasilitasnya dipakai berdasarkan kebutuhan. Ada kebutuhan baru dipakai,” ujar Steffano dikutip pada Jumat (9/1/2026).
Steffano mengamati bahwa para nasabah kini hanya menggunakan fasilitas kredit secara selektif sesuai dengan kebutuhan nyata mereka.
Baca Juga: Bahlil: Sektor ESDM Beri Kontribusi 16% ke APBN 2025, PNBP Tembus Rp240 Triliun – Economix
Ia menegaskan bahwa penggunaan fasilitas pinjaman tersebut sangat bergantung pada kondisi kebutuhan baru di lapangan. Secara operasional, tingkat utilisasi penyaluran kredit di Maybank Indonesia saat ini berada di kisaran 50% hingga 60%.
Berdasarkan data laporan keuangan bulanan per November 2025, total kredit dan pembiayaan syariah yang disalurkan Maybank mencapai Rp107,83 triliun. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp111,70 triliun.
Meski demikian, untuk tahun 2026, Maybank Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan kredit yang cukup optimistis di kisaran 9% hingga 10%.
Kondisi yang dialami Maybank ini selaras dengan potret perbankan nasional yang dirilis Bank Indonesia (BI). Gubernur BI, Perry Warjiyo, melaporkan bahwa total kredit yang belum dicairkan di seluruh perbankan per November 2025 masih sangat besar, yakni mencapai Rp2.509,4 triliun. Angka tersebut setara dengan 23,18% dari total plafon kredit yang tersedia di pasar.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit nasional hingga November 2025 tercatat sebesar 7,74% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun angka pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan capaian Oktober yang sebesar 7,36% yoy, realisasi tersebut dinilai masih jauh di bawah target yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Baca Juga: Apa Alasan Trump Ingin Akuisisi Greenland? Ini Motif di Baliknya – Economix
