NATO Cemas, AS Tinjau Ulang 80.000 Pasukan di Eropa
Negara-negara Eropa yang tergabung dalam NATO tengah berupaya meyakinkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka serius memperkuat kemampuan pertahanan sendiri. Langkah tersebut dilakukan ketika Washington masih meninjau ulang keberadaan pasukan AS di kawasan Eropa.
Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Elbridge Colby dijadwalkan memberikan pengarahan kepada para duta besar negara anggota NATO di Brussel pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan itu menjadi momentum bagi sekutu Eropa untuk menjelaskan kontribusi mereka terhadap keamanan benua.
“Kami tidak tahu apakah itu latihan nyata atau apakah keputusan sudah diambil,” kata seorang pejabat Eropa kepada Reuters.
Baca Juga : Trump Buka Suara Alasan Bos CIA Mendadak ke Rusia
“Apa yang ingin kami pastikan adalah bahwa AS memahami bahwa mereka dapat mengandalkan banyak sekutu,” lanjutnya.
AS Tinjau Ulang Pengerahan 80.000 Tentara di Eropa
Washington pada Juni mengumumkan peninjauan selama enam bulan terhadap postur militer AS di Eropa. Kebijakan tersebut sejalan dengan dorongan pemerintahan Presiden Donald Trump agar negara-negara Eropa mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga pertahanan kawasan.
Saat ini, sekitar 80.000 tentara AS masih ditempatkan di berbagai wilayah Eropa. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah mengumumkan penarikan sebagian pasukan sekaligus mengurangi keterlibatannya dalam sejumlah rencana pertahanan NATO.
Kekhawatiran sekutu Eropa semakin meningkat setelah AS mengedarkan dua dokumen yang menjelaskan sejumlah aspek peninjauan, termasuk akses ke pangkalan, fasilitas militer, serta penerbangan di kawasan Eropa.
Dokumen tersebut juga menekankan perlunya negara-negara Eropa mengambil peran lebih besar dalam memimpin pertahanan benua.
Selain itu, anggota NATO menerima kuesioner yang mencakup sejumlah isu, mulai dari belanja pertahanan, strategi militer, pengadaan senjata, hingga dukungan terhadap prioritas kebijakan luar negeri AS.
Salah satu pertanyaan bahkan meminta negara anggota menjelaskan kesediaan mereka mengurangi atau menghapus pembatasan terhadap akses, pangkalan, dan penerbangan militer AS.
Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur mengatakan negaranya sedang menyiapkan respons terhadap kuesioner tersebut.
“Estonia berbagi pandangan bahwa Eropa perlu berbuat lebih banyak untuk pertahanannya sendiri,” ujarnya.
Sekutu Eropa Khawatir Berebut Perhatian Trump
Elbridge Colby sebelumnya mengatakan peninjauan postur pasukan AS ditujukan untuk memperkuat aliansi. Namun, sejumlah diplomat Eropa justru melihat potensi munculnya persaingan di antara negara anggota untuk memperoleh perhatian lebih besar dari Washington.
“Kami tidak tahu apakah itu latihan nyata atau apakah keputusan sudah diambil,” kata salah satu pejabat Eropa.
Baca Juga : Ratusan Perusahaan Tutup, Krisis Jerman Makin Parah
Menurut pejabat tersebut, beberapa negara bahkan mulai menawarkan akses dan fasilitas yang lebih besar kepada AS untuk mempertahankan kehadiran militernya.
“Beberapa sekutu membuat tawaran kepada AS untuk meningkatkan persyaratan bagi pasukan dan hak dasar,” ujarnya.
Di tengah situasi yang belum jelas, seorang sumber NATO menilai hasil akhir peninjauan masih sulit dipastikan. Pasalnya, Colby bukan satu-satunya pihak yang menentukan arah kebijakan pertahanan AS di Eropa.
“Apapun yang dia katakan mungkin akan ditolak oleh Trump atau (Menteri Pertahanan Pete) Hegseth dalam waktu 20 menit,” kata sumber tersebut.
