Trump Ungkap Alasan Bos CIA Diam-Diam ke Rusia, Ada Apa?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akhirnya buka suara mengenai kunjungan mendadak Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow, Rusia, pada Selasa (25/8/2026). Trump menyebut lawatan tersebut sebagai kunjungan yang bersifat “semi-rutin” dan berkaitan dengan upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Glenn Beck, sebagaimana dikutip Anadolu.
“Dia ada di sana, semacam rutinitas biasa,” ujar Trump.
Trump kemudian menegaskan bahwa pemerintahannya masih berupaya keras menghentikan konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Baca Juga : AS Bidik 5 Negara sebagai Penopang Ekonomi Iran, RI Termasuk?
“Saya tidak ingin mengecewakan orang. Kami ingin melihat perang dengan Ukraina berakhir,” sambungnya.
Trump juga membantah spekulasi bahwa keberangkatan Ratcliffe ke Moskow berkaitan dengan dugaan Rusia tengah menyiapkan aksi militer terhadap NATO atau Inggris.
Menurut Trump, pembicaraan yang berlangsung justru merupakan bagian dari upaya mencari jalan keluar dari perang Rusia-Ukraina.
“Sekarang mungkin akan ada hasilnya. Kami bekerja sangat keras untuk mengakhiri perang itu,” katanya.
Trump bahkan mengklaim Moskow dan Kyiv saat ini sama-sama memiliki keinginan untuk mengakhiri konflik.
Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya beredar laporan mengenai kunjungan rahasia Ratcliffe ke Moskow. Kantor berita Rusia melaporkan sebuah pesawat militer AS mendarat di Bandara Vnukovo pada Selasa dan meninggalkan Moskow pada hari yang sama.
Seorang pejabat senior Ukraina kepada Associated Press juga mengungkapkan bahwa Washington telah memberi tahu Kyiv mengenai perjalanan sebuah delegasi ke Moskow.
Delegasi tersebut disebut meminta Ukraina menghentikan serangan di sejumlah wilayah Rusia selama kunjungan berlangsung. Namun, permintaan itu tidak mencakup seluruh wilayah Rusia, melainkan secara khusus Moskow, St Petersburg, dan beberapa wilayah di bagian utara.
CBS News menjadi media pertama yang melaporkan mengenai keberadaan Ratcliffe di Rusia.
Kremlin kemudian mengonfirmasi bahwa kunjungan Ratcliffe memang melibatkan komunikasi antara badan intelijen AS dan Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Ratcliffe melakukan pembicaraan dengan rekan-rekannya dari kalangan intelijen Rusia di Moskow.
Lawatan tersebut menjadi perhatian karena merupakan kunjungan pertama seorang direktur CIA ke Moskow sejak 2021.
Meski demikian, Peskov memastikan Ratcliffe tidak bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga : NATO Tingkatkan Kewaspadaan, Drone Dekati Rumania di Tengah Perang
“Tentu saja, Presiden Putin langsung diberitahu tentang semuanya,” ujar Peskov, dikutip dari AP News.
Ia tidak mengungkapkan materi pembicaraan antara Ratcliffe dan pejabat intelijen Rusia. Peskov hanya menyebut bahwa Putin telah menerima laporan mengenai kontak yang berlangsung di tingkat badan intelijen.
Sementara itu, CIA memilih tidak memberikan komentar terkait perjalanan tersebut. Gedung Putih juga belum memberikan keterangan langsung mengenai agenda maupun hasil pertemuan Ratcliffe di Moskow.
Meski Trump menyebut kunjungan tersebut sebagai kegiatan “semi-rutin”, detail pembicaraan antara kepala CIA dan pejabat intelijen Rusia masih belum diketahui publik.
