OJK Ingatkan Perempuan Waspada Penipuan dan Utang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau perempuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan, terutama yang memanfaatkan kedekatan sosial.
Tekanan untuk tampil mengesankan di lingkungan sekitar kerap menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan keuangan.
Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Cecep Setiawan, menilai bahwa lingkaran pergaulan sehari-hari, seperti arisan atau komunitas ibu-ibu, dapat menjadi pintu masuk praktik penipuan. Dalam kelompok semacam itu, biasanya terdapat figur yang berpengaruh sehingga mampu membentuk opini dan keputusan anggota lainnya.
Baca Juga : Viralnya Roti O, BI Tegaskan Larangan Tolak Pembayaran Tunai
Ia menjelaskan, tawaran investasi yang terlihat menarik seringkali disampaikan oleh sosok yang dipercaya dalam komunitas. Tanpa disertai pemahaman yang memadai, banyak perempuan akhirnya mengikuti keputusan tersebut tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap legalitas maupun risikonya.
Cecep juga mengingatkan bahwa penawaran investasi ilegal tidak selalu datang dari pihak asing. Justru, dalam banyak kasus, ajakan tersebut berasal dari orang-orang terdekat, termasuk teman dekat atau bahkan keluarga. Oleh karena itu, menurutnya, setiap tawaran investasi perlu disikapi secara kritis, terlepas dari siapa yang menyampaikannya.
Selain rawan terjebak investasi bermasalah, perempuan juga dinilai rentan terhadap perilaku konsumtif. Dorongan untuk membeli barang demi citra sosial sering kali membuat pengeluaran tidak sejalan dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial.
Perilaku tersebut, lanjut Cecep, kerap berujung pada masalah keuangan serius. Ketika pendapatan tidak mencukupi, sebagian orang memilih jalan pintas dengan meminjam uang, termasuk melalui pinjaman online. Kondisi ini bisa memicu siklus utang berkepanjangan, di mana utang lama ditutup dengan utang baru secara berulang.
Untuk itu, OJK menekankan pentingnya literasi keuangan bagi perempuan. Stabilitas keuangan dinilai sebagai salah satu pilar keseimbangan hidup. Cecep mengingatkan agar setiap pengeluaran dilakukan secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan konsekuensi terhadap aset dan kemampuan keuangan di masa depan.
Menurutnya, perempuan tetap diperbolehkan memenuhi keinginan, selama keputusan tersebut diambil secara sadar dan terukur. Setiap pembelian berarti mengorbankan sebagian sumber daya finansial, sehingga perlu diimbangi dengan pengurangan pengeluaran lain agar kondisi keuangan tetap sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga : Gen Z Menjadi Motor Utama Ekonomi Digital Roblox Tumbuh

[…] Baca Juga : Perempuan Diingatkan untuk Waspada Penipuan dan Utang […]