Panda Bond RI Laris, Pemerintah Kantongi Rp18,4 Triliun
Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dollar AS melalui penerbitan Panda Bond.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp18,4 triliun berdasarkan kurs Rp17.890 per dollar AS.
Panda Bond merupakan surat utang global berdenominasi yuan yang diterbitkan di pasar keuangan China. Instrumen ini disebut mendapat sambutan positif dari para investor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tingginya minat investor didukung oleh peringkat kredit AAA yang diberikan lembaga pemeringkat Lianhe Credit Rating kepada Indonesia.
Baca Juga: BI Mulai Jajaki QRIS di Arab Saudi, India, dan Hong Kong
Minat tersebut terlihat dari total pemesanan yang mencapai 17 miliar yuan. Angka itu setara 2,4 kali lebih besar dibandingkan nilai obligasi yang ditawarkan pemerintah.
“Bagus. Itu menunjukkan bahwa kebijakan Pak Prabowo menjalankan fiskal benar. Nggak seperti kata orang-orang bilang brutal segala macam. Enggak,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Penerbitan Panda Bond kali ini terdiri atas dua tenor. Tenor tiga tahun diterbitkan senilai 5,6 miliar yuan dengan kupon 1,90 persen.
Sementara tenor lima tahun diterbitkan sebesar 1,4 miliar yuan dengan kupon 2,19 persen.
Baca Juga: KEK Batang Dipacu Jadi Shenzen RI, Airlangga Genjot Investasi Rp37,1 T
Pemerintah menjadwalkan proses setelmen obligasi tersebut pada 30 Juli 2026.
Purbaya mengatakan dana hasil penerbitan Panda Bond akan dimanfaatkan untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
“Ini kan untuk nutup defisit kita,” pungkas dia.

[…] Panda Bond RI Laris, Pemerintah Kantongi Rp18,4 Triliun […]