Prabowo Bertemu Kaisar Jepang, Pulang Bawa Ratusan T
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan luar negeri ke Jepang sejak Minggu (29/3/2026) dan dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Selasa (31/3/2026).
Sebelumnya, Prabowo telah bertemu Kaisar Jepang Naruhito serta menghadiri forum bisnis bersama pelaku usaha di Tokyo.
Sejumlah kesepakatan strategis pun mulai dihasilkan dari rangkaian pertemuan hari pertama kunjungan tersebut.
Bertemu Kaisar
Pertemuan dengan Kaisar Naruhito berlangsung dalam kunjungan kerja perdana Prabowo sebagai presiden pada Senin (30/3/2026).
Keduanya menggelar pertemuan empat mata setelah Prabowo disambut langsung di Istana Kekaisaran Jepang.
Pembahasan berfokus pada isu-isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara, serta diselingi pertukaran cerita ringan.
Selain itu, Prabowo juga bertemu Putra Mahkota Jepang Fumihito. Pertemuan ditutup dengan jamuan makan siang bersama di lingkungan Istana Kekaisaran.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa pembicaraan menitikberatkan pada hubungan bilateral dan hubungan antar masyarakat kedua negara.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa posisi Kaisar sebagai simbol kenegaraan Jepang. Tidak membicarakan hal-hal yang sifatnya politis, tapi lebih kepada hubungan bilateral, hubungan people to people,” terang Sugiono.
Baca Juga: Harga BBM Dipastikan Bahlil Tidak Naik, Kenapa?
Kesepakatan Bisnis
Setelah pertemuan kenegaraan, Prabowo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo.
Dalam forum tersebut, Indonesia berhasil mengamankan kesepakatan dengan total nilai mencapai 23,63 miliar dollar AS atau sekitar Rp 401,71 triliun.
Sugiono menilai capaian ini mencerminkan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang yang semakin erat.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi.
“Kemudian melakukan streamlining dari peraturan-peraturan dan regulasi-regulasi sehingga diharapkan iklim investasi dan berusaha di Indonesia menjadi semakin kondusif. Dia juga tadi menyampaikan bahwa Indonesia sekarang sedang dalam posisi full gear ahead untuk beralih ke energi terbarukan,” tutur Sugiono.
10 MoU
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan kerja sama strategis antara pelaku usaha kedua negara.
Berikut daftar kerja sama yang diumumkan:
- MoU produksi metanol dari emisi CO2 di Bontang antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Kaltim Methanol Industri.
- Kerja sama perdagangan dan investasi antara KADIN Indonesia dan Japan Chamber of Commerce and Industry.
- Pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela antara Pertamina dan INPEX.
- Kemitraan sektor hulu migas antara Pertamina Hulu Energi dan INPEX.
- Pengembangan ekosistem semikonduktor antara PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku.
- Proyek panas bumi Rajabasa antara Supreme Energy dan INPEX.
- Kerja sama inklusi keuangan antara Pegadaian dan Bank SMBC Indonesia.
- Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World.
- Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara, Mandiri Investment Management, dan
SMBC Aviation Capital.
Penguatan kerja sama antara JETRO dan Danantara Investment Management.
Selain itu, terdapat pula kerja sama proyek Hululais Geothermal Power Plant antara pemerintah Indonesia dan JICA.
Baca Juga: 160 Ribu Pikap Kopdes Diborong RI dari 3 Negara, Ini Daftar Mereknya
Pengembangan Blok Masela
Salah satu proyek utama dalam kerja sama tersebut adalah pengembangan Blok Masela.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proyek ini telah mencapai kepastian besar setelah proses panjang.
“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar US dollar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,” ungkap Bahlil.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan implementasi proyek tersebut.
“Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia,” tegas dia.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan transisi energi terbarukan.
“Memang kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong,” kata Bahlil.
Baca Juga: Zulhas Bicara Krisis Energi Global, Sebut RI Beruntung Dipimpin Prabowo

[…] Prabowo Bertemu Kaisar Jepang, Pulang Bawa Ratusan T […]
[…] Prabowo Bertemu Kaisar Jepang, Pulang Bawa Ratusan T […]