Presiden Korsel Kecewa Ukraina Ungkap Tawanan Korut
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyatakan kekecewaannya setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkap bahwa Kyiv telah mengirim dua tawanan perang asal Korea Utara ke Korea Selatan.
Informasi tersebut disampaikan Zelensky dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9/2026). Menurut Lee, pengungkapan itu dilakukan meski Seoul dan Kyiv sebelumnya telah menyepakati agar proses pemindahan kedua tawanan tersebut dirahasiakan karena menyangkut isu sensitif.
Lee kemudian menyampaikan keberatannya melalui platform X pada Kamis (24/9/2026). Ia menilai persoalan tawanan Korea Utara dapat berdampak terhadap diplomasi, keamanan, serta situasi di Semenanjung Korea.
Baca Juga : Netanyahu dan Mamdani Makin Panas Jelang Pidato PBB
“Saya tidak tahu mengapa pihak Ukraina melanggar perjanjian dan memublikasikan masalah ini, tetapi hal itu sangat mengecewakan,” tulis Lee, dikutip dari AFP.
“Masalah membawa tawanan Korea Utara ke Korea Selatan adalah hal sangat sensitif yang dapat berdampak besar pada diplomasi, keamanan, dan situasi di Semenanjung Korea,” ujar presiden berusia 62 tahun tersebut.
Lee menjelaskan bahwa sebelumnya memang ada dorongan agar kedatangan dua tentara Korea Utara tersebut diumumkan kepada publik. Namun, Seoul dan Kyiv akhirnya memilih merahasiakan proses tersebut untuk mengurangi berbagai risiko keamanan yang mungkin muncul.
Ukraina Beri Pembelaan
Pihak Ukraina mengatakan proses pemindahan kedua tawanan tersebut dilakukan melalui komunikasi langsung dengan Seoul. Kantor kepresidenan Ukraina menyebut persoalan itu sebelumnya merupakan hal yang sangat sensitif dan melibatkan dialog langsung dengan pemerintah Korea Selatan.
Ajudan Zelensky, Dmytro Lytvyn, menyebut Ukraina menjalankan prinsip keterbukaan dalam menyampaikan informasi.
“Dari keseluruhan cerita—yang panjang dan terperinci—kami hanya melaporkan faktanya saja, yaitu bahwa mereka dikirim ke Republik Korea,” kata Lytvyn kepada para wartawan.
Ia menambahkan bahwa Ukraina merupakan “negara yang terbuka”, sehingga menurutnya akan terasa aneh jika kedua tentara tersebut diserahkan kepada Korea Selatan secara diam-diam.
Dua Tentara Korut Ditangkap di Ukraina
Pernyataan Lee muncul sehari setelah Zelensky mengungkap keberadaan kedua tawanan tersebut dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.
Zelensky mengatakan Ukraina baru-baru ini mengirim dua tawanan perang Korea Utara ke Korea Selatan. Ia juga menyebut proses menangkap kedua tentara tersebut dalam keadaan hidup bukan perkara mudah.
Kedua tentara tersebut ditangkap pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia, pada Januari 2025. Mereka diketahui merupakan bagian dari pasukan Korea Utara yang dikirim untuk membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina. Keduanya menjadi tentara Korea Utara pertama yang diketahui ditangkap hidup-hidup sejak Pyongyang mengirim pasukannya untuk mendukung Rusia pada 2024.
Baca Juga : 8 Pelaut AS Coba Bunuh Diri Jalani Misi Perang Iran
Sebelumnya, Zelensky sempat menyatakan kesediaan menyerahkan kedua tentara tersebut kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, jika hal itu dapat membantu pertukaran tawanan Ukraina yang masih ditahan Rusia. Namun, laporan mengenai keinginan kedua tentara untuk tinggal di Korea Selatan turut menjadi pertimbangan dalam penanganan status mereka.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan tidak memberikan rincian operasional mengenai pemindahan tersebut dengan alasan keselamatan dan perlindungan keluarga. Seoul hanya menyatakan telah melakukan konsultasi dengan Kyiv terkait persoalan kedua tawanan.
Menurut ketentuan hukum Korea Selatan, Republik Korea menganggap warga Korea di Semenanjung Korea sebagai bagian dari negaranya. Kantor kepresidenan Ukraina juga menyebut kedua tentara tersebut sebagai bagian dari bangsa Korea yang dianggap sebagai warga Korea Selatan.
