Purbaya Awasi Dapur MBG, Anggaran Bisa Dipangkas
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengambil langkah untuk memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan telah menugaskan tim dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk melakukan pemantauan terhadap SPPG di berbagai daerah. Pengawasan tersebut terutama diarahkan pada penggunaan anggaran program MBG.
Baca Juga : Purbaya : Cicilan Utang Whoosh Rp 1T selama 80 Tahun, Santai Saja
Menurut Purbaya, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan dana yang diberikan digunakan sesuai dengan tujuan program. Jika ditemukan SPPG yang melakukan penyimpangan, temuan tersebut akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Apabila laporan tersebut tidak ditindaklanjuti dan kondisi tidak mengalami perbaikan, pemerintah dapat mengambil langkah dengan mengurangi anggaran untuk SPPG yang bersangkutan.
“Jadi saya kerahkan orang Dirjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia untuk memonitor secara berkala SPPG-SPPG yang ada di setiap daerah Indonesia. Itu akan menjadi penambahan tentang pelaksanaan program itu, nanti kalau ada yang ngaco-ngaco kita kasih masukkan ke BGN bahwa di satu tempat SPPG tertentu melakukan kesalahan dan kalau nggak didengar kita kurangin anggarannya,” jelas Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).
Selain memperkuat pengawasan, Purbaya menyebut efisiensi anggaran juga telah dilakukan dalam pelaksanaan program yang berada di bawah BGN.
Ia mengatakan, anggaran BGN yang sebelumnya mencapai Rp330 triliun telah mengalami beberapa kali penyesuaian hingga menjadi Rp240 triliun. Menurut perkiraannya, realisasi penggunaan anggaran pada tahun ini bahkan tidak akan mencapai angka tersebut.
Baca Juga : Purbaya Pakai AI untuk Lacak Perdagangan Ilegal
Purbaya memperkirakan belanja BGN tahun ini akan berada di bawah Rp200 triliun. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya penghematan dalam implementasi program.
“Jadi kepala BKN yang baru orangnya cukup bagus ya, bagus malah. Itu sudah melakukan efisiensi Implementasi program itu, sudah ada penghematan yang besar. Tahun ini kan tadinya anggarannya Rp 330 triliun, turun ke Rp 270 triliun, Rp 240 triliun. Saya pikir tahun ini implementasinya akan di bawah itu, di bawah Rp 200 triliun mungkin dugaan saya,” jelas Purbaya.
Efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan anggaran program MBG digunakan secara efektif, sekaligus mengawasi pelaksanaan program di lapangan.
