Sama-Sama Merdeka 1945, RI dan Korsel Bertemu di Jakarta
Indonesia dan Korea Selatan ternyata memiliki kesamaan sejarah yang cukup menarik. Kedua negara sama-sama memperoleh momentum kemerdekaan pada Agustus 1945, hanya berjarak dua hari.
Korea Selatan memperingati Gwangbokjeol atau Hari Pembebasan Nasional setiap 15 Agustus, sedangkan Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Pada 2026, kedua negara sama-sama memasuki usia 81 tahun kemerdekaan.
Kesamaan sejarah tersebut kini diangkat melalui pameran fotografi bertajuk “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” yang berlangsung di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta.
Pameran ini dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon pada 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA).
Baca Juga : Prabowo Targetkan Pendapatan Negara di 2027 Capai Ribuan Triliun
Melalui foto dan arsip sejarah, pameran tersebut mengajak pengunjung melihat kembali perjalanan perjuangan serta harapan masyarakat Indonesia dan Korea dalam meraih kebebasan.
Penyelenggaraan pameran juga bertepatan dengan peringatan 150 tahun kelahiran Kim Koo, tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Korea. Dokumentasi mengenai kiprah Kim Koo bahkan menjadi bagian dari warisan dokumenter yang tercatat dalam program Memory of the World UNESCO.
Tidak hanya menampilkan perjalanan perjuangan Korea, pameran tersebut turut menghadirkan sejumlah arsip dan dokumentasi terkait Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hal ini memperlihatkan adanya persinggungan sejarah antara dua bangsa yang sama-sama berjuang memperoleh kemerdekaan.
“Setiap bangsa tentu ingin bangsanya merdeka. Kim Koo seorang tokoh kemerdekaan dari Korea Selatan. Bagi kita, ada Bung Karno dan Bung Hatta, proklamator yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tahun 1945,” kata Fadli dalam keterangan resmi dikutip dari laman resmi Kementerian Kebudayaan RI.
Menurut Fadli, keberadaan fotografi, dokumen, dan manuskrip memiliki fungsi penting dalam mempertahankan memori sejarah. Arsip tersebut menjadi sumber yang membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan sebuah bangsa.
“Kami mendukung kegiatan yang menggunakan arsip sejarah, termasuk foto-foto dan dokumen, manuskrip, bagian dari upaya terus mengingat masa lalu sebagai bagian memahami hari ini. Jika tidak ada berita dan penyebaran informasi, tidak ada bukti proklamasi,” ujarnya.
Kesamaan Perjalanan Kemerdekaan Indonesia dan Korea
Wakil Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Chung Hae-Kwan menyampaikan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memang mempunyai perbedaan dari sisi tradisi maupun warisan budaya. Namun, keduanya memiliki persamaan dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan.
Chung juga menilai ANTARA Heritage Center menjadi lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan pameran tersebut. Gedung itu memiliki hubungan erat dengan sejarah Indonesia, khususnya dalam penyebaran kabar mengenai Proklamasi Kemerdekaan.
“Kim Koo merupakan figur yang sangat simbolis dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Korea. Meskipun Indonesia dan Korea memiliki tradisi serta warisan budaya yang berbeda, kedua bangsa berbagi satu kesamaan warisan sejarah yang sangat penting, yakni pergerakan dan proklamasi kemerdekaan,” kata Chung.
Ia berharap pameran tersebut tidak sekadar menjadi sarana untuk melihat kembali sejarah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan Korea Selatan untuk memahami perjuangan para pendahulu serta meneruskan nilai-nilai yang diwariskan.
Pada kesempatan tersebut, Fadli Zon juga mengusulkan agar ANTARA Heritage Center ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Menurutnya, status tersebut diperlukan untuk mendukung pemeliharaan gedung secara berkelanjutan.
Baca Juga : Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo Klaim Ekonomi RI Tetap Kokoh
Usulan itu berkaitan dengan nilai historis ANTARA Heritage Center sebagai bagian dari perjalanan perjuangan bangsa Indonesia, terutama dalam penyebaran informasi mengenai Proklamasi Kemerdekaan.
Pameran ini sekaligus memperkuat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Korea Selatan. Fadli berharap kolaborasi Kementerian Kebudayaan dengan KCCI dapat terus berkembang, termasuk dalam sektor budaya dan industri kreatif.
“Kami juga berharap peluang kerja sama dengan KCCI dan Indonesia dengan Korea terus terjalin terutama di bidang budaya menuju Cultural Creative Industry,” kata Fadli.
Pemeran “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” dapat dikunjungi masyarakat umum mulai 13 sampai 31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
