Saudi Disebut Minta Bantuan Intelijen Israel Lawan Houthi
Arab Saudi dilaporkan membuka pembicaraan dengan Israel untuk mencari dukungan dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman. Pembicaraan tersebut disebut dimediasi oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Informasi itu disampaikan sumber diplomatik di Timur Tengah dan dilaporkan The Jerusalem Post, Selasa (15/9/2026).
Pembicaraan berlangsung ketika serangan Houthi terhadap wilayah dan aset Arab Saudi disebut meningkat dalam sepekan terakhir.
Kelompok tersebut antara lain dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap jaringan pipa minyak dan fasilitas pemompaan Saudi. Serangan itu menyebabkan sebagian aktivitas di fasilitas tersebut harus dihentikan.
Baca Juga : Dampingi Prabowo ke Rusia, Bahlil Kejar Pasokan Minyak Ada 150 Juta Barel
Houthi juga disebut menyerang warga sipil Arab Saudi yang berada di sekitar wilayah perbatasan Saudi-Yaman.
Saudi Disebut Minta Dukungan Intelijen Israel
Menurut laporan The Jerusalem Post, bantuan yang diminta Riyadh dari Israel kemungkinan berkaitan dengan intelijen.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Saudi memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pergerakan dan pengerahan pasukan Houthi. Informasi intelijen juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan rencana operasi kelompok tersebut berikutnya.
Israel sebelumnya menunjukkan kemampuan intelijen dan operasional di kawasan maritim sekitar Selat Hormuz. Kemampuan tersebut juga digunakan untuk membantu Amerika Serikat memperoleh informasi mengenai posisi pasukan Iran.
Selain serangan terhadap aset Saudi, Houthi disebut telah mengambil alih sejumlah pulau strategis di sepanjang Laut Merah.
Kelompok tersebut juga dilaporkan melarang kapal-kapal Saudi melintas di Selat Bab El-Mandeb sebagai bagian dari tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Riyadh.
Saudi Juga Minta Bantuan Inggris
Arab Saudi tidak hanya mencari dukungan dari Israel. Riyadh juga dilaporkan meminta bantuan Inggris untuk menghadapi ancaman Houthi.
Bloomberg melaporkan Saudi meminta Inggris membantu mengusir Houthi dari Selat Bab El-Mandeb sekaligus melindungi infrastruktur minyak Saudi dari serangan.
Laporan tersebut juga menyebut PM Inggris Andy Burnham telah menyetujui pengiriman penasihat militer Inggris ke Arab Saudi.
Meski demikian, Inggris disebut belum berkomitmen memberikan bentuk bantuan tambahan lainnya.
Trump Sebelumnya Tolak Permintaan MBS
Sebelumnya, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) disebut telah meminta bantuan langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadapi Houthi.
Baca Juga : China Bantah Tudingan Kirim Satelit Pangkalan AS KE Iran
MBS bahkan dilaporkan dua kali menelepon Trump untuk menyampaikan permintaan tersebut. Namun, Trump disebut menolak permintaan itu karena ingin memusatkan perhatian pada Iran dan kawasan Selat Hormuz.
Menurut laporan Anadolu, Trump juga tidak ingin membuka front konflik baru yang berpotensi meningkatkan eskalasi di Timur Tengah ketika perang di Iran masih berlangsung.
Meski tidak memberikan dukungan berupa serangan langsung, Trump sebelumnya mengirim Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper ke Jeddah.
Brad Cooper disebut ditugaskan membantu Saudi melalui dukungan informasi intelijen dalam menghadapi Houthi.
