Serangan ke Pembangkit Iran Ditunda Trump Lagi Hingga 10 Hari
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat untuk sementara tidak akan melancarkan serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik milik Iran, meskipun sebelumnya sempat mengeluarkan ancaman terkait hal tersebut. Penundaan ini disebut dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak Teheran.
Mengutip laporan dari Al Jazeera, Jumat (27/3/2026), Trump menyampaikan bahwa komunikasi antara AS dan Iran saat ini berlangsung dengan hasil yang positif. Oleh karena itu, rencana serangan ditangguhkan selama 10 hari untuk memberi ruang bagi proses negosiasi.
Baca Juga : Harga BBM Singapura Sudah Rp 55.000/Liter, Berapa di RI?
“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon izinkan pernyataan ini untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur,” kata Trump di platform Truth Social miliknya.
“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, pembicaraan berjalan sangat baik,” sambungnya.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Trump sempat memberikan batas waktu selama 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Iran diancam akan menghadapi serangan terhadap fasilitas pembangkit listriknya.
Namun pada hari Senin berikutnya, Trump memperpanjang tenggat waktu tersebut selama lima hari tambahan setelah menilai bahwa proses negosiasi dengan Teheran menunjukkan perkembangan positif. Perpanjangan waktu ini menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan lebih luas bagi jalur diplomasi sebelum mengambil langkah militer.
Baca Juga : Kebut Hilirisasi, 13 Proyek Baru Dipersiapkan!
