Tambang Emas Ilegal Picu Kekerasan di Afrika Selatan
Perebutan bisnis tambang emas ilegal bernilai miliaran rand memicu peningkatan kekerasan di Afrika Selatan (Afsel). Warga Wedela Township, kawasan di dekat Johannesburg, kini hidup dalam ketakutan setelah penembakan di sebuah kedai minuman atau tavern menewaskan 18 orang.
Mengutip Reuters, Selasa (29/9/2026), warga setempat menduga penembakan tersebut berkaitan dengan perselisihan antar kelompok penambang emas ilegal yang dikenal sebagai Zama Zamas.
Kelompok tersebut bersaing menguasai tambang-tambang emas tua yang telah ditinggalkan oleh perusahaan pertambangan besar.
Aktivitas pertambangan ilegal Zama Zamas memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Produksi emas ilegal dari jaringan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari R14 miliar atau sekitar Rp12 triliun setiap tahun.
Baca Juga : Iran Klaim Kemenangan usai Trump Tarik Pasukan di Irak
Nilai tersebut menjadikan perdagangan emas ilegal sebagai salah satu sumber produksi emas ilegal terbesar di Afrika. Pemerintah Afsel juga memperkirakan dampaknya jauh lebih besar karena aktivitas tersebut menghilangkan potensi penerimaan negara dari pajak, royalti, serta pendapatan sektor pertambangan.
Tambang Tua Jadi Rebutan Zama Zamas
Wedela terletak di kawasan tambang emas Witwatersrand, wilayah sekitar Johannesburg yang selama lebih dari satu abad menjadi salah satu pusat produksi emas terbesar di dunia.
Namun, setelah cadangan emas semakin menipis dan sejumlah perusahaan menutup tambang, lubang-lubang pertambangan yang ditinggalkan mulai dimasuki para penambang ilegal.
Kelompok Zama Zamas menggali sisa cadangan emas secara ilegal jauh di bawah permukaan tanah. Aktivitas tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan kriminal yang berkaitan dengan perebutan wilayah, perdagangan emas gelap, hingga penggunaan senjata api.
Pakar kejahatan terorganisasi Julian Rademeyer mengatakan kelompok-kelompok kriminal menggunakan kekerasan untuk menguasai wilayah pertambangan ilegal.
Dalam penembakan di Wedela, warga menemukan selongsong peluru dari senapan serbu AK-47 di sekitar lokasi kejadian.
Polisi Afsel menyatakan sejumlah komunitas di sekitar Johannesburg kini menghadapi ancaman dari kelompok penambang ilegal bersenjata. Aparat kepolisian bersama militer telah dikerahkan untuk mengganggu jaringan kriminal yang mengendalikan perdagangan emas ilegal.
Baca Juga : Trump Sebut Hoaks Terkait Keringan Sanksi untuk Iran
Selain insiden di Wedela, penembakan lain di dekat Cape Town pada periode yang sama menewaskan 10 orang. Rentetan kejadian tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk menangani kejahatan bersenjata.
Perdagangan Emas Gelap Jadi Masalah Nasional
Persoalan Zama Zamas tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi. Kenaikan harga emas global membuat aktivitas pertambangan ilegal semakin menarik bagi kelompok-kelompok kriminal.
Sejumlah laporan menyebut sebagian emas hasil pertambangan ilegal dari Afsel masuk ke pasar internasional melalui jaringan penyelundupan.
Bagi masyarakat Wedela, kawasan yang dahulu dikenal sebagai salah satu pusat kekayaan emas kini berubah menjadi lokasi perebutan sumber daya. Aktivitas tersebut membawa ancaman kekerasan dan ketidakamanan bagi warga yang tinggal di sekitarnya.
