Trump Ancam Iran, AS Gempur Teheran 12 Malam Beruntun
Amerika Serikat (AS) melanjutkan operasi militernya terhadap Iran dengan melancarkan serangan udara untuk malam ke-12 secara beruntun.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi terbaru difokuskan pada penghancuran berbagai aset strategis Iran, mulai dari fasilitas maritim, gudang rudal dan drone, pos pemantauan pesisir, hingga sistem pertahanan udara.
Menurut militer AS, serangan tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi kemampuan Teheran dalam mengancam kapal-kapal niaga dan pelayaran sipil yang melintas di kawasan strategis, khususnya Selat Hormuz.
Baca Juga : Purbaya Bakal Bahas Efisiensi MBG dengan Bos Baru BGN
Presiden AS, Donald Trump, juga mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran. Ia menegaskan Washington akan memberikan respons yang lebih keras apabila kapal-kapal di Selat Hormuz kembali menjadi sasaran serangan.
“AS akan menghancurkan satu jembatan atau satu pembangkit listrik untuk setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz.”
Operasi militer terbaru ini memperlihatkan perluasan sasaran serangan, yang kini tidak hanya menyentuh instalasi militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan sipil di tengah meningkatnya ketegangan di jalur distribusi energi global.
CENTCOM turut mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir pihaknya telah mengalihkan sembilan kapal dagang serta menghentikan operasional satu kapal guna membatasi aktivitas pelayaran yang terkait dengan pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di tengah eskalasi tersebut, lebih dari 50.000 personel militer AS masih disiagakan di kawasan Timur Tengah untuk mengantisipasi perkembangan situasi keamanan.
Houthi Klaim Serang Tanker Minyak Arab Saudi
Di saat konflik AS-Iran terus memanas, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengaku telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal balistik serta rudal jelajah. Kelompok itu menuduh kedua kapal melanggar blokade maritim yang baru mereka berlakukan.
Mengutip Reuters, sumber keamanan maritim menyebut kapal Encelia sempat mengirimkan sinyal darurat setelah dilaporkan terkena rudal dan terbakar di sekitar Pelabuhan Jizan.
Laporan serupa juga disampaikan perusahaan keamanan maritim Vanguard bersama UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Keduanya menyatakan sebuah kapal tanker dihantam proyektil yang belum diketahui jenisnya di kawasan tersebut hingga memicu kebakaran di atas kapal. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu.
Baca Juga : Prabowo Sebut Kebocoran Ekonomi RI Capai Ribuan Triliun
UKMTO menjelaskan nahkoda kapal melaporkan lokasi serangan berada sekitar 130 kilometer di barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi.
Selain Encelia, Houthi mengklaim berhasil menyerang kapal tanker Layla. Namun hingga kini belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan klaim tersebut.
Serangan terhadap kapal-kapal tanker ini terjadi hanya beberapa hari setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Arab Saudi di Laut Merah.
Data pelacakan pelayaran menunjukkan sejumlah kapal tanker memilih mengubah rute pada Rabu (22/7/2026) setelah kelompok tersebut mengeluarkan peringatan agar seluruh kapal menghindari pelabuhan-pelabuhan Saudi.
