Trump Desak Zelensky Hentikan Serangan Kilang Rusia
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di New York pada Selasa (22/9/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan salah satu isu yang menjadi perhatian adalah serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia.
Menurut laporan The Financial Times yang dikutip The Telegraph, Trump pada Minggu (20/9/2026) mendesak Zelensky menghentikan serangan drone dan rudal terhadap kilang minyak Rusia yang memasok kebutuhan energi untuk perang Moskwa.
Sejumlah pejabat Ukraina mengatakan Trump khawatir serangan terhadap fasilitas pengolahan bahan bakar Rusia ikut memperburuk kelangkaan diesel global dan mendorong harga bahan bakar semakin tinggi.
Baca Juga : Mamdani Kagetan Jakarta Subsidi Transportasi Gratis untuk Warga!
Trump sebelumnya juga menyampaikan permintaan serupa secara terbuka ketika berada di Irlandia. Ia meminta Ukraina tetap dapat menyerang target militer Rusia, tetapi tidak menjadikan fasilitas produksi diesel sebagai sasaran.
Permintaan tersebut muncul ketika serangan terhadap kilang Rusia semakin intensif. Reuters melaporkan sejumlah kilang penghasil diesel utama Rusia telah mengurangi produksi atau menghentikan operasional setelah menjadi sasaran serangan drone Ukraina.
Serangan Ukraina Ganggu Produksi Diesel Rusia
Ukraina baru-baru ini melancarkan salah satu serangan terbesar terhadap infrastruktur energi Rusia. Serangan tersebut menyasar kilang minyak utama di sekitar Moskwa dan dilaporkan menewaskan tiga orang.
Trump kemudian menyoroti dampak serangan tersebut melalui unggahan di media sosial pada Senin (21/9/2026).
Ia menyatakan Rusia telah kehilangan kendali terhadap industri minyak dieselnya akibat perang dengan Ukraina. Trump juga mengatakan banyak fasilitas pengolahan diesel Rusia mengalami kerusakan dan untuk sementara tidak dapat beroperasi.
“A large number of their Diesel refineries have been blown up and are, at least temporarily, out of commission,” kata Trump dalam unggahannya, sebagaimana dikutip The Guardian.
Trump kemudian kembali menyerukan agar perang Rusia-Ukraina segera diakhiri.
Tekanan terhadap harga bahan bakar menjadi salah satu alasan Trump meminta Ukraina menghentikan serangan terhadap fasilitas diesel Rusia. Harga diesel di AS dilaporkan telah melonjak hingga sekitar US$6,50 per galon pada Senin, jauh di atas sekitar US$3,19 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut berlangsung ketika pasar energi global juga menghadapi tekanan akibat konflik di Iran dan gangguan perdagangan internasional. Perang Rusia-Ukraina menjadi faktor lain yang turut memengaruhi pasokan bahan bakar global.
Trump dan Zelensky Bahas Gencatan Senjata Energi
Trump sebelumnya menyatakan Rusia dan Ukraina telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing. Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan serangan masih terus terjadi.
Ukraina dan Rusia justru kembali saling menyerang infrastruktur energi dan fasilitas yang berkaitan dengan sektor bahan bakar.
Dalam kondisi tersebut, pertemuan Trump dan Zelensky di New York diarahkan pada pembahasan kemungkinan gencatan senjata di sektor energi. Reuters melaporkan Zelensky terbuka membahas penghentian serangan terhadap fasilitas energi secara timbal balik.
Zelensky memberikan sinyal bahwa Ukraina dapat mengambil langkah de-eskalasi apabila Rusia juga menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
“Sektor energi dan infrastruktur vital Ukraina, serta ekspor pangan kita, harus berhenti menjadi sasaran Rusia, dan hal ini akan berujung pada langkah-langkah deeskalasi yang setara dari pihak kami,” kata Zelensky.
Ia juga menegaskan, “Solusi masih memungkinkan.”
Pembahasan mengenai kemungkinan tersebut dijadwalkan dilakukan bersama mitra-mitra Ukraina selama rangkaian pertemuan di sela Sidang Umum PBB di New York.
Krisis Diesel Jadi Perhatian AS
Persoalan diesel kini menjadi bagian penting dalam dinamika perang Rusia-Ukraina karena serangan terhadap kilang telah mengurangi kemampuan Rusia menghasilkan bahan bakar.
Baca Juga : IRGC Klaim AS Tidak Berani Akui Kekalahan dalam Perang
Reuters sebelumnya melaporkan enam kilang besar yang menjadi produsen utama diesel Rusia mengalami gangguan akibat serangan drone. Fasilitas-fasilitas tersebut secara keseluruhan menyumbang sekitar separuh produksi diesel Rusia.
Moskwa kemudian memberlakukan pembatasan ekspor bahan bakar untuk menjaga pasokan domestik. Pada Agustus, Rusia bahkan meningkatkan pengiriman diesel ke sejumlah negara Asia Tengah meski pembatasan ekspor ke sebagian besar pasar internasional masih berlaku.
Di sisi lain, pasar energi global juga menghadapi tekanan dari konflik di Timur Tengah. Harga minyak Brent pada Selasa (22/9/2026) kembali menembus US$100 per barel di tengah ketidakpastian mengenai perang Iran dan kemungkinan pembicaraan antara Washington dan Teheran.
Dengan kondisi tersebut, pertemuan Trump dan Zelensky menjadi salah satu kesempatan untuk membahas apakah penghentian serangan terhadap fasilitas energi dapat menjadi bagian dari upaya de-eskalasi perang Rusia-Ukraina.
