Trump Klaim Hamas Setuju Dilucuti, Gaza Bakal Dipimpin Baru?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim telah tercapai kesepakatan untuk melucuti senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya yang berada di Jalur Gaza.
Menurut Trump, langkah tersebut menjadi bagian dari rencana transisi pemerintahan di Gaza setelah perang berakhir. Wilayah tersebut nantinya akan dikelola oleh pemerintahan Palestina baru.
Trump menyampaikan klaim tersebut melalui platform Truth Social pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat. Ia mengatakan kesepakatan itu dicapai melalui lembaga yang disebutnya sebagai Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
“Kesepakatan ini merupakan langkah penting agar Gaza pada akhirnya dapat diperintah oleh pemerintahan Palestina yang baru, yang akan bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian untuk membantu rakyat Palestina,” tulis Trump.
Baca Juga : BGN Buka Suara, Tunggakan Senilai Triliunan Masih Diaudit
Menurut Trump, kesepakatan tersebut bukan hanya berkaitan dengan masa depan pemerintahan Gaza, tetapi juga ditujukan untuk memberikan jaminan keamanan bagi Israel.
“Pada saat yang sama, Israel akan mendapatkan keamanan yang layak diterimanya, dengan Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror.”
Sampai saat ini, Hamas belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim Trump tersebut.
Pelucutan Senjata Jadi Bagian Gencatan Senjata
Trump menyebut proses pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya ia mediasi pada Oktober lalu untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas. Selain korban jiwa, sebagian besar wilayah Gaza juga mengalami kehancuran besar akibat konflik berkepanjangan.
Namun, pelaksanaan gencatan senjata disebut masih diwarnai berbagai pelanggaran. Israel dilaporkan berulang kali melanggar kesepakatan tersebut.
Setelah gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 1.200 warga Palestina dilaporkan kembali tewas. Israel juga disebut memperluas penguasaan wilayah serta mempertahankan pembatasan terhadap pergerakan orang dan arus barang menuju maupun keluar dari Gaza.
Trump menyatakan pasukan Israel nantinya akan meninggalkan Gaza setelah proses pelucutan senjata selesai.
Sebagai gantinya, keamanan wilayah tersebut akan diserahkan kepada Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilisation Force (ISF). Pasukan internasional tersebut akan bekerja sama dengan pasukan kepolisian Palestina yang baru.
“Di bawah kesepakatan ini, Gaza akhirnya akan berada di tangan pemerintahan Palestina yang baru yang melayani rakyatnya,” tuturnya.
Pemimpin Hamas Bahas Gencatan Senjata di Kairo
Di tengah pembahasan mengenai masa depan Gaza, para pemimpin Hamas diketahui berada di Kairo, Mesir, sejak pekan lalu.
Mereka berada di ibu kota Mesir untuk membahas penerapan kesepakatan gencatan senjata bersama para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki.
Baca Juga : Ribuan Perlintasan Disorot, Prabowo Minta Ini ke KAI
Seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya sebelumnya menyampaikan bahwa pembicaraan tersebut berjalan secara positif pada Kamis.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membahas implementasi kesepakatan serta menentukan langkah politik dan keamanan di Gaza setelah perang.
Sebelumnya, pada 6 Juli, Hamas juga mengumumkan pembubaran badan yang telah menjalankan pemerintahan di Gaza selama hampir 20 tahun.
Pembubaran tersebut dipandang sebagai salah satu tanda perubahan politik yang tengah berlangsung di wilayah Palestina. Langkah itu juga muncul ketika komunitas internasional terus mencari formula pemerintahan baru untuk mengelola Gaza setelah perang berakhir.
