Trump Klaim Kirim Bantuan ke Iran, Minta Aksi Demo Berlanjut
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan agar warga Iran terus melakukan demonstrasi dan menyatakan bahwa bantuan tengah dipersiapkan. Pernyataan ini menjadi sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Washington kemungkinan sedang mempertimbangkan langkah militer terhadap Tehran.
Seruan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Selasa, sehari setelah juru bicara Gedung Putih menyebutkan bahwa opsi serangan udara termasuk di antara berbagai kemungkinan kebijakan yang sedang dikaji presiden AS.
Trump juga menyatakan telah membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran hingga kekerasan terhadap para demonstran dihentikan. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa tawaran Tehran untuk kembali membuka perundingan terkait program nuklirnya tidak mendapat respons positif dari Trump.
Hal ini terjadi di tengah laporan yang semakin kredibel mengenai meningkatnya jumlah korban jiwa dalam aksi protes, yang disebut telah mencapai sekitar 2.000 orang, jauh lebih tinggi dari angka resmi pemerintah Iran sebelumnya.
Ajakan Trump agar demonstrasi dilanjutkan muncul ketika aksi massa di Iran dilaporkan mulai mereda akibat kerasnya penindakan aparat keamanan. Meski masih berdiskusi dengan para pejabatnya mengenai langkah lanjutan, sikap Trump menunjukkan bahwa ia tidak berencana hanya mengandalkan tekanan ekonomi tambahan terhadap Iran.
Baca Juga : Prabowo Meminta Pertamina Jadi National Champion
Pada Selasa malam, Departemen Luar Negeri AS, mengeluarkan peringatan agar warga negara Amerika segera meninggalkan Iran. Trump juga memperingatkan akan adanya tindakan keras jika pemerintah Iran mengeksekusi para demonstran, meskipun ia tidak merinci bentuk respons tersebut.
Sejumlah diplomat Eropa menilai bahwa rezim Iran tetap solid secara internal dan bertekad mempertahankan kekuasaan. Mereka berpendapat bahwa hanya kampanye pengeboman AS dalam skala besar dan berkelanjutan yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di negara tersebut.
Dukungan terbuka Trump terhadap para demonstran dinilai berpotensi memicu gelombang protes baru, meski efektivitas unjuk kekuatan AS dalam memaksa rezim Iran mundur masih dipertanyakan. Jumlah korban dilaporkan terus bertambah, seiring beredarnya gambar-gambar kamar jenazah yang dipenuhi korban aksi kekerasan aparat.
Trump juga mendorong para demonstran untuk mengungkap identitas pihak-pihak yang terlibat dalam kekerasan, dengan menyiratkan bahwa Amerika Serikat dapat meminta pertanggungjawaban mereka di kemudian hari. Selain itu, ia berjanji akan menindak para pendukung asing pemerintah Iran.
Sebagai bagian dari tekanan tambahan, Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap negara mana pun yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.
Kebijakan ini langsung memicu respons dari China, mitra dagang terbesar Iran, yang menyatakan siap mengambil langkah balasan. Negara mitra utama Iran lainnya mencakup Irak, Uni Emirat Arab, dan Turki.
Ancaman tarif tersebut mengingatkan pada rencana serupa yang pernah diusulkan Trump terhadap negara-negara yang berdagang dengan Venezuela pada Maret tahun lalu, namun kebijakan itu tidak pernah benar-benar diterapkan.
Pemerintah China menegaskan akan melindungi kepentingan nasionalnya menyusul ancaman eskalasi perang dagang global oleh Washington. Sementara itu, Rusia mengecam tekanan AS terhadap Iran dan menilai kekuatan eksternal tengah berupaya memanfaatkan ketegangan publik untuk mengguncang stabilitas negara tersebut.
Di Eropa, Inggris bersama Prancis, Jerman, dan Italia memanggil duta besar mereka untuk Iran sebagai bentuk kecaman terhadap tindakan keras pemerintah Iran. Namun, negara-negara tersebut tampak berhati-hati agar tidak mendorong intervensi militer langsung oleh AS. Pemerintah Inggris menegaskan bahwa kekerasan terhadap demonstran merupakan pelanggaran serius dan menolak narasi Tehran yang menyalahkan campur tangan asing.
Di Amerika Serikat, Senator Lindsey Graham, menyebut bahwa titik balik krisis ini terletak pada ketegasan Trump. Ia menilai bahwa meski tanpa pengerahan pasukan darat, tekanan militer, siber, dan psikologis dalam skala besar dapat menjadi inti dari bantuan yang dijanjikan presiden AS.
Baca Juga : Prabowo Beri Perintah Tegas, Setelah Blusukan di IKN
Data Bank Dunia menunjukkan lebih dari 140 negara masih melakukan perdagangan dengan Iran, meskipun sebagian besar dalam skala terbatas. Ancaman tarif Trump muncul bersamaan dengan pelonggaran terbatas pembatasan domestik oleh Iran, termasuk diizinkannya panggilan telepon internasional melalui ponsel, meski pembatasan internet dan layanan pesan masih diberlakukan.
Keterbatasan akses informasi dan pembatasan media membuat jumlah korban sulit diverifikasi. Namun, laporan Associated Press mengutip kelompok pemantau hak asasi manusia yang menyebutkan sedikitnya 2.000 orang tewas, termasuk lebih dari 100 orang yang berafiliasi dengan pemerintah.
Inggris juga mengumumkan sanksi sektoral baru terhadap Iran, termasuk di sektor keuangan. Pemerintah Inggris menilai tindakan keras terhadap demonstran damai sebagai pembunuhan brutal dan menegaskan tidak akan mendukung upaya rezim Iran untuk membangkitkan sentimen anti-Barat.
Aksi protes di Iran awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi yang berat, namun berkembang menjadi tuntutan terbuka untuk menjatuhkan rezim yang telah lama berkuasa. Pemerintah menanggapinya dengan penangkapan massal, pemadaman internet, serta ancaman hukuman mati bagi para peserta demonstrasi.
Gedung Putih menyatakan bahwa meskipun diplomasi tetap menjadi opsi utama, berbagai skenario lain, termasuk serangan udara dan operasi militer terbatas, tetap berada dalam pertimbangan. Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Iran bersedia mengubah kebijakan nuklirnya sebagai imbalan pelonggaran sanksi.
Sementara itu, Kanselir Jerman menilai bahwa rezim Iran mungkin telah memasuki fase akhir, dengan kekuasaan yang kini hanya dapat dipertahankan melalui kekerasan, sementara rakyat semakin berani menentangnya.
Baca Juga : PM Greenland Ungkap Lebih Pilih Gabung ke Denmark daripada AS?

[…] Trump Klaim Kirim Bantuan ke Iran, Minta Aksi Demo Berlanjut […]