Trump Temui Oposisi Venezuela di Tengah Krisis
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado pada hari Kamis di Gedung Putih, menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. Pertemuan ini menjadi fokus perhatian di tengah ketegangan politik yang terus berlangsung di Venezuela dan keterlibatan AS dalam krisis negara itu.
Machado, seorang tokoh oposisi yang sempat mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian 2025, belakangan sedikit diperbincangkan dalam perdebatan mengenai arah masa depan Venezuela setelah operasi militer AS yang memimpin penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini. Trump sendiri menyatakan keraguan bahwa Machado memiliki dukungan yang cukup di dalam negeri untuk memimpin Venezuela.
Baca Juga : Usai Rapat, Bahlil Wajibkan Swasta Beli BBM di Pertamina!
Menurut pernyataan Trump beberapa hari lalu, ia menilai pemimpin oposisi itu “tidak memiliki dukungan atau rasa hormat yang cukup dari rakyat Venezuela,” meskipun menyebutnya sebagai “seorang wanita yang sangat baik.” Pernyataan ini menunjukkan sikap AS yang berhati-hati dalam menentukan peran Machado dalam urusan politik internal Venezuela setelah penangkapan Maduro.
Machado sendiri pekan lalu menyatakan bahwa ia belum berbicara dengan Trump sejak Oktober, meskipun sebelumnya berupaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pemerintahan AS.
Sebagai pemimpin oposisi yang kini diasingkan, Machado telah terlibat dalam diplomasi internasional, termasuk pertemuannya dengan Paus Leo XIV awal pekan ini. Dalam pertemuan dengan pemimpin Katolik itu, Machado menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan yang berkelanjutan terhadap rakyat Venezuela, dan meminta doa serta dukungan untuk pembebasan warga Venezuela yang masih ditahan atau hilang akibat konflik yang berkepanjangan di negaranya.
Paus Leo menekankan bahwa Venezuela harus tetap menjadi negara merdeka dan menyerukan pengutamaan kebaikan rakyat di atas pertimbangan lainnya, sambil mengajak semua pihak mengutamakan upaya menuju keadilan dan perdamaian. Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan internasional terhadap situasi politik dan kemanusiaan di Venezuela.
Selain itu, upaya Machado untuk memberikan atau menyerahkan Penghargaan Nobel Perdamaian yang ia terima dari Trump sebagai bentuk apresiasi atas langkah AS dalam menangani pemerintahan Maduro juga menjadi sorotan publik. Namun, Institut Nobel Norwegia menegaskan bahwa hadiah tersebut tidak dapat dipindah tangankan, dibagi, atau dicabut setelah diberikan, karena keputusan tersebut final dan berlaku untuk selamanya.
Baca Juga : Prabowo Marah BUMN Rugi Tantiem, Direksi BUMN Disentil!
