Ukraina Bantah Tuduhan Rusia soal Serangan Drone ke Kediaman Putin
Ukraina membantah tuduhan Rusia yang menuding Kyiv berada di balik serangan drone terhadap salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Pemerintah Ukraina menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar bukti yang masuk akal dan menyebutnya sebagai upaya Moskow memanipulasi arah pembicaraan damai.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan tidak ada bukti rasional yang menunjukkan Ukraina melakukan serangan tersebut. Ia menegaskan tuduhan itu sepenuhnya merupakan fabrikasi.
“Tidak ada bukti rasional bahwa Ukraina melakukan serangan itu. Ini sepenuhnya fabrikasi,” ujarnya sebagaimana dikutip AFP pada Rabu (31/12/2025).
Zelensky juga mengatakan insiden tersebut telah dibahas oleh tim negosiasi Ukraina bersama mitra Amerika Serikat. Dari pembahasan itu, Ukraina menyimpulkan klaim Rusia tidak benar. Menurutnya, tim Ukraina terhubung langsung dengan tim Amerika untuk membahas detail peristiwa tersebut dan memahami bahwa tuduhan itu bersifat palsu.
“Tim negosiasi kami terhubung dengan tim Amerika, mereka membahas detailnya, dan kami memahami bahwa itu palsu,” kata Zelensky.
Baca Juga: Arab Saudi Ultimatum Pasukan UEA Tinggalkan Yaman dalam 24 Jam – Economix
Sebelumnya, Kremlin menyebut dugaan serangan pesawat nirawak ke kediaman terpencil Putin sebagai “tindakan teroris” dan “serangan pribadi terhadap presiden”. Rusia mengklaim seluruh drone yang datang, yang disebut berjumlah 91 unit berdasarkan pernyataan otoritas setempat, berhasil ditembak jatuh. Namun, Moskow mengaku tidak dapat menyertakan bukti visual dengan alasan seluruh drone tersebut telah dihancurkan.
Narasi Rusia juga diragukan oleh sekutu Ukraina. Seorang sumber kepresidenan Prancis menyatakan klaim Kremlin tidak didukung bukti kuat, termasuk setelah dilakukan pemeriksaan silang dengan mitra internasional.
Rusia hingga kini belum mengungkap keberadaan Putin saat insiden terjadi. Lokasi dan aktivitas pribadi presiden Rusia memang dikenal sangat dirahasiakan. Investigasi yang pernah dipublikasikan mendiang tokoh oposisi Alexei Navalny menyebut Putin memiliki kediaman mewah di wilayah Novgorod yang semakin sering digunakan sejak perang Ukraina, karena dinilai lebih aman dan dilindungi sistem pertahanan udara berlapis.
Tuduhan serangan drone tersebut muncul di tengah momentum krusial diplomasi. Ukraina menyatakan telah menyetujui sekitar 90 persen proposal perdamaian yang dirancang Amerika Serikat, sementara Rusia masih enggan menerima kesepakatan yang tidak memenuhi tuntutan maksimalnya.
Sementara itu, pertempuran di lapangan terus berlangsung. Rusia dilaporkan melancarkan serangan drone dan rudal hampir setiap hari. Ukraina juga melaporkan serangan Rusia terhadap kapal sipil di Odesa serta memerintahkan evakuasi wajib sejumlah desa di wilayah Chernigiv akibat penembakan intensif dari pasukan Moskow.
Baca Juga: Ukraina Tak Akan Jadi Anggota NATO, Ini Respons Rusia – Economix
