Trump Terbitkan Perintah Darurat, 17 Negara Bagian AS Siaga
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah darurat untuk mencegah pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah yang dilanda gelombang panas ekstrem.
Departemen Energi AS pada Minggu memerintahkan operator jaringan listrik Southwest Power Pool (SPP) mengoperasikan pembangkit listrik cadangan yang selama ini tidak digunakan.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah yang mencakup sebagian dari 17 negara bagian.
Baca Juga: Perang AS-Iran Mengobar Lagi, Ini 6 Pertanyaan Besarnya
Wilayah itu membentang dari North Dakota hingga Louisiana dan melayani sekitar 20 juta penduduk.
Perintah darurat diterbitkan setelah SPP memperingatkan kondisi darurat diperkirakan masih berlanjut pada jam-jam dengan beban listrik tertinggi.
Menurut operator, sistem kelistrikan menghadapi tekanan akibat potensi gangguan pembangkit, menurunnya produksi listrik dari pembangkit tenaga angin, serta berkurangnya pasokan listrik dari jaringan tetangga.
Selain mengaktifkan pembangkit cadangan, Departemen Energi juga memberi kewenangan kepada SPP untuk menggunakan seluruh sumber daya listrik darurat.
Kebijakan itu disebut menjadi langkah terakhir sebelum diterapkannya Energy Emergency Alert Level 3, yakni status yang umumnya mendahului pemadaman listrik bergilir.
Departemen Energi menyatakan perintah tersebut diterbitkan atas permintaan SPP.
“Pemerintahan Trump memanfaatkan pasokan pembangkit listrik cadangan yang melimpah untuk menjaga pasokan listrik tetap terjangkau, andal, dan aman bagi keluarga pekerja serta dunia usaha Amerika,” ujar Menteri Energi AS Chris Wright, seperti dikutip Reuters, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Iran Siap Hentikan Serangan, Asal AS Tak Serang Lagi
Risiko Blackout Meningkat akibat Gelombang Panas
Ancaman pemadaman listrik bergilir meningkat dalam sepekan terakhir.
Pada Jumat lalu, jaringan listrik SPP kehilangan pasokan listrik impor secara mendadak.
Akibatnya, cadangan daya berada di level yang sangat tipis di tengah meningkatnya risiko gangguan pembangkit dan menurunnya produksi energi terbarukan.
Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Arizona, Colorado, Montana, Nebraska, South Dakota, Wyoming, dan Utah.
SPP sempat menghindari pemadaman dengan meminta masyarakat mengurangi konsumsi listrik secara sukarela.
Namun, operator memperkirakan permintaan listrik akan mencapai puncaknya pada Minggu malam seiring suhu udara yang diperkirakan menyentuh 32 derajat Celsius.
Dalam kondisi normal, SPP dikenal sebagai pengekspor listrik bersih karena memiliki kapasitas besar pembangkit listrik tenaga angin.
Namun, gelombang panas yang meluas membuat wilayah tetangga juga mengalami lonjakan kebutuhan listrik sehingga tidak dapat memasok tambahan energi ke jaringan SPP.
SPP menyatakan wilayah baratnya akan tetap berada dalam status Conservative Operations Advisory hingga 1 Agustus.
Status tersebut diterapkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pada sistem kelistrikan.
“Kawasan barat kami kemungkinan akan terus menghadapi peringatan operasional dan kondisi darurat energi, terutama pada periode ketika permintaan listrik pelanggan mencapai puncaknya,” kata SPP.

[…] Trump Terbitkan Perintah Darurat, 17 Negara Bagian AS Siaga […]
[…] Trump Terbitkan Perintah Darurat, 17 Negara Bagian AS Siaga […]