AS Siapkan Strategi Baru Tekan Iran, Pelabuhan Akan Diisolasi Total
Amerika Serikat (AS) menyiapkan langkah baru untuk menekan Iran setelah berbulan-bulan mengandalkan serangan militer, ancaman, hingga negosiasi yang belum berhasil mengakhiri konflik kedua negara.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan menerapkan kombinasi isolasi ekonomi dan blokade di Selat Hormuz untuk menekan Iran. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara.
Pernyataan itu disampaikan Bessent dalam acara “Rob Schmitt Tonight” di Newsmax pada Kamis (13/8/2026), sebagaimana dilansir Reuters.
Baca Juga: Menkeu Ungkap Penyebab Penyelundupan Emas Makin Marak
“Ini akan menjadi kombinasi dari isolasi ekonomi yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya, dan blokade berkelanjutan di Selat Hormuz yang akan mencegah apa pun keluar atau masuk dari pelabuhan-pelabuhan Iran,” kata Bessent.
Bessent meminta masyarakat memantau perkembangan kebijakan tersebut karena pemerintah AS dijadwalkan menyampaikan pengumuman lebih lanjut pada pekan depan.
“Pantau terus perkembangan ini untuk pengumuman lebih lanjut minggu depan, karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terlihat dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara,” ujarnya.
AS Kembali Andalkan Tekanan Ekonomi
Langkah tersebut menunjukkan perubahan pendekatan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Sebelumnya, Washington telah terlibat dalam rangkaian konfrontasi militer, serangan, ancaman, dan negosiasi selama berbulan-bulan.
Namun, berbagai upaya tersebut belum berhasil mengakhiri perang. Trump kini memilih memberikan waktu lebih banyak bagi sanksi ekonomi dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk memberikan tekanan lebih besar terhadap perekonomian Teheran.
Menurut laporan The Wall Street Journal, perubahan strategi tersebut terjadi setelah sejumlah penasihat Trump meyakinkannya bahwa tekanan ekonomi dapat menjadi instrumen yang lebih efektif untuk memaksa pemerintah Iran mengubah sikap.
Para penasihat Trump disebut menyampaikan data mengenai dampak sanksi yang telah diberlakukan terhadap perekonomian Iran. Berdasarkan penilaian tersebut, tekanan ekonomi dinilai berpotensi memberikan hasil lebih besar dibandingkan serangan militer tambahan.
Baca Juga: Prabowo Sebut Swasembada Pangan RI Diakui Dunia
Sejumlah pejabat senior dan Gedung Putih kemudian merekomendasikan agar sanksi yang telah diberlakukan diperketat sekaligus menambahkan sanksi baru terhadap Iran.
Untuk sementara, Trump disebut memilih tidak memerintahkan serangan militer tambahan. Ia bahkan secara terbuka menyatakan perubahan pendekatan tersebut pada Senin (10/8/2026) di hadapan wartawan.
Trump mengatakan kondisi keuangan Iran telah memburuk akibat tekanan ekonomi yang diterapkan AS.
“Iran tidak punya uang. Iran bangkrut, benar-benar bangkrut,” ujar Trump.
