Trump Mau Temui Kim Jong Un, Korut Punya 57 Nuklir?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengkonfirmasi rencana untuk kembali bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir 2026. Pertemuan tersebut disebut-sebut berpotensi berlangsung saat Trump menghadiri KTT APEC di China pada November mendatang.
Trump menyampaikan rencana tersebut ketika meninjau helipad baru di Gedung Putih pada Rabu (19/8/2026). Saat ditanya apakah dirinya berencana bertemu Kim Jong Un sebelum akhir tahun, Trump memberikan jawaban tegas.
“Ya, saya akan melakukannya,” ujar Trump, sebagaimana dilansir France24.
Baca Juga : Bahlil Beberkan Pembatasan Pertalite, Mobil Mewah Disorot
Menurut laporan Wall Street Journal, Trump membidik pertemuan dengan Kim Jong Un saat melakukan kunjungan ke Shenzhen, China, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November.
Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir
Di tengah perang dengan Iran yang diklaim Trump bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, Presiden AS tersebut membela keputusannya untuk kembali menjalin komunikasi dengan Kim Jong Un.
Trump menilai hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara tetap penting. Ia bahkan menyebut perkiraan jumlah senjata nuklir yang dimiliki Pyongyang.
“Dia memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Hal itu seharusnya tidak pernah dibiarkan terjadi. Jika saya presidennya, saya tidak akan membiarkannya terjadi,” ungkap Trump.
Trump kemudian membandingkan situasi Korea Utara dengan Iran.
“Tetapi dia sudah memilikinya. Saya berhubungan sangat baik dengannya. Saya tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Dan saya sangat mengenal Kim Jong Un, dan dia akan baik-baik saja,” tambahnya.
Pernyataan Trump mengenai 57 senjata nuklir Korea Utara menjadi perhatian karena AS secara resmi tidak mengakui Korea Utara sebagai negara nuklir.
Meski begitu, angka yang disebut Trump masih berada dalam kisaran estimasi sejumlah lembaga dan pemerintah AS yang memperkirakan Pyongyang memiliki sekitar 50-60 hulu ledak nuklir.
Kim Yo Jong Tak Tahu Ada Komunikasi dengan AS
Di tengah rencana pertemuan tersebut, Korea Utara justru mengaku belum mengetahui adanya komunikasi terbaru antara Washington dan Pyongyang mengenai pertemuan Trump dan Kim Jong Un.
Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, mengatakan dirinya tidak mengetahui kabar mengenai komunikasi tersebut.
“Mengenai berita terbaru dari Washington tentang komunikasi antara pemimpin Korea Utara dan AS, saya sama sekali tidak mengetahuinya,” kata Kim Yo Jong dalam keterangannya, Rabu.
Meski demikian, Kim Yo Jong mengatakan bahwa kakaknya masih memiliki kenangan dan perasaan positif terhadap Trump.
Pernyataan tersebut membuka peluang bahwa hubungan personal antara Trump dan Kim Jong Un masih dapat menjadi modal untuk kembali membuka jalur diplomasi.
Trump dan Kim Jong Un Pernah Bertemu Tiga Kali
Hubungan Trump dan Kim Jong Un sebelumnya diwarnai dinamika yang cukup panjang. Keduanya pernah saling melontarkan ancaman dan ejekan. Trump bahkan pernah menjuluki Kim Jong Un sebagai “pria roket”.
Baca Juga : Ekonomi UEA Dikabarkan di Ambang Krisis, Dampak dari Perang Iran?
Namun, hubungan keduanya kemudian berubah menjadi lebih diplomatis. Trump tercatat bertemu Kim Jong Un sebanyak tiga kali selama masa jabatan pertamanya, dengan pertemuan terakhir berlangsung pada 2019.
Trump bahkan pernah menggambarkan kedekatan mereka secara tidak biasa dengan mengatakan bahwa keduanya saling jatuh cinta setelah bertukar surat.
Meski rangkaian pertemuan tersebut menjadi perhatian dunia, diplomasi Trump-Kim belum menghasilkan kemajuan konkret dalam upaya denuklirisasi Korea Utara.
Jika pertemuan kembali terjadi pada akhir 2026, tantangan yang dihadapi Trump pun tidak akan lebih mudah. Selain persoalan program nuklir Pyongyang, Washington juga harus menghadapi perubahan dinamika keamanan di Semenanjung Korea dan hubungan Korea Utara dengan negara-negara lain.
