NATO Siaga! Drone Dekati Rumania di Tengah Perang
Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) kembali meningkatkan kewaspadaan setelah sebuah drone terdeteksi mendekati wilayah Rumania. Insiden tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa perang Rusia-Ukraina berpotensi merembet ke wilayah udara negara anggota NATO.
Kementerian Pertahanan Rumania pada Selasa melaporkan dua jet tempur F-18 milik Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol dikerahkan dari Pangkalan Udara 57 Mihail Kogălniceanu.
Pengerahan dilakukan setelah objek udara terdeteksi sekitar 2 mil atau 3,2 kilometer di sebelah timur Vylkove, Ukraina, yang berada dekat perbatasan Ukraina-Rumania. Meski demikian, otoritas Rumania belum memastikan apakah drone tersebut benar-benar memasuki wilayah udara negaranya.
Warga Rumania Diminta Berlindung
Menyusul kemunculan objek udara tersebut, warga di wilayah utara County Tulcea diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan jatuhnya benda dari udara.
Baca Juga : AS Tekan Mitra Iran Lewat Dollar, Irak Jadi Target
Inspektorat Jenderal Situasi Darurat Rumania meminta masyarakat segera mencari tempat perlindungan jika diperlukan.
“Tetaplah tenang! Berlindunglah di ruang bawah tanah atau tempat perlindungan sipil. Jika tidak ada tempat perlindungan, tetaplah berada di dalam rumah, menjauhi jendela dan dinding luar,” demikian peringatan Inspektorat Jenderal Situasi Darurat Rumania, seperti dikutip Newsweek, Rabu (26/8/2026).
Peringatan serupa sebelumnya juga dikeluarkan pada Senin malam. Saat itu, dua objek udara terdeteksi sekitar 16 mil atau 25,7 kilometer dari Pulau Ular (Snake Island) di Laut Hitam, tidak jauh dari Delta Danube.
Kementerian Pertahanan Rumania menyebut ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Ukraina. Tidak ada laporan yang menunjukkan adanya pelanggaran wilayah udara Rumania dalam insiden tersebut.
43 Pelanggaran Drone Sejak Perang Ukraina
Kemunculan drone di sekitar wilayah Rumania bukan kejadian pertama sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022.
Kementerian Pertahanan Rumania mencatat telah terjadi 43 pelanggaran wilayah udara oleh drone sejak awal perang. Dari jumlah tersebut, empat drone dilaporkan berhasil ditembak jatuh.
Selain pelanggaran wilayah udara, Rumania juga mencatat 125 serangan yang terjadi di sekitar wilayah perbatasannya.
Sepanjang 2026 saja, otoritas Rumania telah mencatat 26 kasus pelanggaran wilayah perbatasan. Kondisi tersebut mendorong Bucharest meningkatkan kesiapan pertahanan udaranya.
Sejumlah insiden drone di wilayah negara anggota NATO umumnya dikaitkan dengan aktivitas Rusia. Namun, beberapa negara sekutu juga mengingatkan bahwa drone Ukraina dapat keluar jalur akibat gangguan elektronik atau jamming yang dilakukan Rusia.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena Rumania berbatasan langsung dengan Ukraina dan berada di kawasan Laut Hitam yang menjadi salah satu wilayah strategis dalam konflik tersebut.
Drone Rusia Dilaporkan Masuk dari Arah Ukraina
Ketegangan juga meluas ke Moldova, dinas perbatasan Ukraina melaporkan pasukan Rusia menyerang pos perbatasan Vynohradivka yang berada dekat perbatasan Moldova menggunakan drone Shahed.
Baca Juga : AS Perketat Sanksi usai China Tetap Dukung Iran
Dalam perkembangan lainnya, sebuah drone yang belum diketahui identitasnya dilaporkan memasuki wilayah udara Moldova dari arah Ukraina. Drone tersebut kemudian bergerak menuju wilayah Rumania.
Rumania kembali merespons dengan mengerahkan dua jet tempur F-16 dari Pangkalan Udara Borcea serta satu helikopter IAR-330 SOCAT.
Rangkaian insiden tersebut menunjukkan bahwa negara-negara NATO di kawasan Eropa Timur terus menghadapi risiko limpahan konflik Rusia-Ukraina, khususnya akibat aktivitas drone dan serangan udara yang terjadi di dekat wilayah perbatasan.
