AS Kirim Pesawat C-130 ke Manado, Latihan Cope West 2026
Angkatan Udara Amerika Serikat (U.S. Air Force) mengerahkan pesawat dan personel militernya ke Pangkalan Udara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Pengerahan tersebut dilakukan untuk mengikuti latihan lapangan bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) dalam ajang Cope West 2026.
Berdasarkan keterangan pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, latihan tersebut akan berlangsung pada 7-11 September 2026. Kegiatan difokuskan pada operasi angkut udara taktis dengan melibatkan personel serta pesawat dari 374th Airlift Wing U.S. Air Force bersama TNI-AU.
Latihan ini juga akan mempertemukan pesawat angkut andalan kedua negara, yakni C-130, dalam sejumlah operasi udara bersama.
Baca Juga : Purbaya Beri Peringatan RI Harus Siap Risiko Ekonomi Global
Cope West 2026 dirancang untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas antara militer AS dan Indonesia, khususnya dalam pengoperasian aset angkut udara taktis milik TNI-AU.
Selain memperkuat kemampuan kerja sama kedua angkatan udara, latihan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program modernisasi pertahanan Indonesia.
Selama latihan, pasukan AS dan TNI-AU akan melakukan berbagai operasi udara taktis secara intensif di wilayah udara Sulawesi. Sejumlah manuver yang membutuhkan kemampuan teknis tinggi juga akan dilakukan oleh kedua pihak.
“Mencakup penerjunan muatan Low-Cost Low-Altitude (LCLA), sistem penerjunan kontainer berkecepatan tinggi dan rendah, penerjunan personel dengan teknik terjun bebas militer, serta penerbangan formasi taktis,” papar rilis resmi Kedubes AS.
Rangkaian latihan tersebut tidak hanya menguji kemampuan penerbangan dan penerjunan, tetapi juga memperkuat koordinasi operasional antara personel militer kedua negara.
Selain latihan di udara, Cope West 2026 juga menjadi kesempatan bagi personel AS dan Indonesia untuk bertukar pengalaman serta keahlian di sejumlah bidang pendukung operasi militer.
Materi yang dibahas mencakup kesehatan penerbangan, evakuasi medis melalui udara hingga prosedur penanganan keadaan darurat.
“Para pakar dari kedua negara juga akan berbagi pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang, seperti kesehatan penerbangan, evakuasi medis melalui udara, serta prosedur penanganan keadaan darurat. Selain itu, latihan simulasi di meja akan dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi dan kemampuan bersama,” ungkapnya.
Dengan demikian, latihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan tempur dan mobilitas udara, tetapi juga meningkatkan kesiapan kedua negara dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Pengerahan personel dan armada U.S. Air Force ke Indonesia merupakan bagian dari manuver Pacific Air Forces. Operasi tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai komponen militer, sekutu, serta negara mitra Amerika Serikat.
Baca Juga : 19 Perusahaan Diduga Picu Kebakaran di Kalimantan
Strategi tersebut diarahkan untuk menyediakan kemampuan udara, antariksa, dan siber guna mendukung Komando Indo-Pasifik AS.
Selain itu, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang dinilai bebas dan terbuka.
Cope West merupakan latihan militer yang telah diselenggarakan secara berkala sejak 1989. Latihan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Pelaksanaan pada 2026 secara khusus menandai gelaran Cope West ke-13 di Indonesia.
Melalui latihan ini, kedua negara kembali memperkuat kemampuan operasional, koordinasi, serta interoperabilitas antara personel dan aset udara masing-masing.
