Netanyahu Yakin Rezim Iran Segera Tumbang, Ini Sebabnya
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini pemerintahan Iran sedang berada dalam kondisi terlemah.
Menurut dia, rezim Iran kini tengah berjuang untuk mempertahankan kekuasaannya. Ia bahkan menyebut pemerintahan Teheran berada di ambang keruntuhan.
Netanyahu juga menegaskan bahwa menggulingkan rezim Iran menjadi salah satu tugas utama Israel yang belum selesai.
“Rezim ini sekarang sedang goyah. Rezim ini lebih lemah dari sebelumnya. Rezim ini sedang berjuang untuk bertahan hidup,” ungkao Netanyahu dalam sebuah acara bersama para pemimpin militer Israel, Kamis (3/9/2026), dilansir dari AFP.
“Saya yakin kita mampu menghilangkan ancaman ini untuk selamanya—dengan kata lain, menggulingkan rezim ini. Itulah tugas utama yang masih harus kita selesaikan, tetapi itu sudah dekat. Ini bukan sesuatu yang mustahil. Ini dalam jangkauan,” lanjut dia.
Pada akhir Februari, Israel dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.
Namun, Presiden AS Donald Trump kemudian secara tiba-tiba menyerukan gencatan senjata pada April.
Baca Juga: Siapkan Teknologi Perang Orbit, AS-China Kian Bersaing di Antariksa
Iran Balas Serang Sekutu AS
Pernyataan Netanyahu disampaikan ketika AS kembali meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Washington juga melancarkan serangan yang kemudian memicu respons dari Iran.
Iran membalas dengan menyerang sejumlah sasaran yang terkait dengan AS di kawasan.
Serangan tersebut menyasar sejumlah wilayah di Teluk, Yordania, serta Kurdistan yang berada di Irak.
Namun, Iran hingga kini belum menyerang Israel secara langsung.
Netanyahu menilai hal tersebut bukan sebuah kebetulan. Menurut dia, Iran memahami kekuatan militer Israel.
“Jika mereka tidak menyerang kita, itu bukan kebetulan. Mereka menyerang semua orang, tetapi tidak kita,” ujar Netanyahu.
“Mereka mengetahui kekuatan kita, kekuatan senjata kita, dan tekad kita,” lanjut dia.
Dalam pertemuan dengan Forum Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Netanyahu juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Israel.
“Jangan macam-macam dengan kami,” kata dia.
“Jika kalian telah mempelajari sesuatu, jangan macam-macam dengan kami. Kami memiliki kekuatan, tekad, dan persatuan internal untuk mengalahkan kalian,” tutur dia.
Baca Juga: Dalam 42 Tahun Terakhir, JD Vance Akui AS Jarang Menang Perang
Israel Ancam Infrastruktur Iran
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan bahwa Israel akan menargetkan seluruh infrastruktur rezim Iran jika Teheran menyerang Israel.
Menurut laporan The Times of Israel, Katz secara khusus menyebut infrastruktur energi sebagai salah satu sasaran yang dapat diserang.
Ancaman tersebut muncul setelah Reuters melaporkan adanya peringatan Iran kepada AS.
Teheran disebut akan memberikan respons keras jika Israel melancarkan serangan di kawasan Ali Taher Ridge, Lebanon selatan.
Di bawah kawasan tersebut terdapat fasilitas bawah tanah strategis milik kelompok Hizbullah.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan fasilitas tersebut telah dikosongkan sebelum dihancurkan.
Sementara itu, Channel 12 melaporkan pejabat politik dan pertahanan Israel meyakini Pasukan Quds Iran dan Hamas telah meningkatkan upaya untuk melancarkan serangan terhadap warga Israel di luar negeri.
Kekhawatiran tersebut muncul menjelang rangkaian hari raya Yahudi.
Situasi itu juga bertepatan dengan peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023.
