Netanyahu Perintahkan Bongkar Pos Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan pembongkaran sejumlah pos pemukim ilegal di Tepi Barat. Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat (AS) agar Israel mengambil tindakan terhadap kekerasan yang dilakukan pemukim terhadap warga Palestina.
Dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan perintah itu ditujukan kepada pos-pos yang dibangun pemukim tanpa memperoleh izin resmi dari pemerintah Israel. Informasi tersebut dikutip pada Senin (7/9/2026).
Pos-pos tersebut umumnya terdiri dari karavan atau bangunan prefabrikasi yang dihuni oleh kelompok kecil pemukim.
Baca Juga : Netanyahu Sebut Iran di Ambang Keruntuhan, Ini Sebabnya?
Sebelumnya, media Israel Ynet melaporkan bahwa perintah Netanyahu mencakup sekitar 100 pos yang tersebar di sejumlah wilayah Tepi Barat. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai waktu dimulainya operasi pembongkaran.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich membenarkan adanya instruksi tersebut. Ia mengatakan perintah itu mencakup pembongkaran bangunan yang berada di Area A dan Area B.
“Instruksi untuk membongkar tempat-tempat yang dibangun di Area A dan B,” kata Smotrich dalam sebuah konferensi di Yerusalem, seperti dikutip Reuters.
Smotrich, yang juga dikenal sebagai pemukim, menyatakan dirinya tidak menyetujui keputusan tersebut. Namun, dia mengeklaim pemerintah Israel telah mencatat kemajuan besar dalam pembangunan permukiman di Area C.
Area C merupakan wilayah Tepi Barat yang berada di bawah kendali Israel berdasarkan pembagian wilayah dalam Kesepakatan Oslo.
Keputusan Netanyahu tidak terlepas dari tekanan yang semakin kuat dari Washington terkait kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee pada Sabtu sebelumnya menyebut pemukim yang melakukan kekerasan sebagai “teroris”. Dia juga menyerukan agar para pelaku mendapatkan konsekuensi yang tegas atas tindakan mereka.
Baca Juga : Trump Siapkan Rp 8,8 Triliun untuk Kampanye Hadapi Pemilu
Huckabee menegaskan Israel memiliki kepentingan untuk menindak pemukim yang terlibat dalam “perilaku kriminal dan terorisme”.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Huckabee bertemu dengan warga Amerika keturunan Palestina di salah satu kota di Tepi Barat. Wilayah tersebut sebelumnya menjadi lokasi ketegangan antara pemukim Israel dan warga Palestina.
Menurut kelompok Peace Now, saat ini terdapat sekitar 340 pos terdepan pemukim dan 146 permukiman Israel yang telah mendapat pengakuan resmi dari pemerintah Israel di Tepi Barat.
