Belanda Pindahkan 86 Ton Emas untuk Hadapi Krisis Global
Bank Sentral Belanda mengonfirmasi pemindahan puluhan ton cadangan emas negara dari Amerika Utara ke London.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan krisis ekonomi dan gejolak geopolitik.
Sekitar 86 ton emas dipindahkan dari total 313 ton cadangan yang sebelumnya disimpan di Amerika Serikat dan Kanada.
Gubernur Bank Sentral Belanda Olaf Sleijpen mengatakan, pemindahan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan nasional.
Menurut dia, emas perlu ditempatkan di lokasi yang mudah diakses. Hal itu penting jika terjadi guncangan besar terhadap sistem keuangan global.
“Kami berharap bahwa kami tidak akan pernah perlu menggunakannya, tetapi kami perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami,” ujar Sleijpen, dilansir dari BBC International, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Dukung Negara Palestina, Mesir-China Tolak Pengusiran Warga Gaza
Emas Dipindahkan ke London
Cadangan emas yang dipindahkan kini disimpan di brankas Bank of England di London.
London merupakan salah satu pusat perdagangan logam mulia terbesar di dunia. Lokasi tersebut dinilai memungkinkan transaksi emas dilakukan dengan cepat saat kondisi darurat.
Pemilihan London juga mempertimbangkan kemudahan untuk menjual atau membeli emas dibandingkan sejumlah lokasi penyimpanan lainnya.
“Beberapa bank sentral Eropa memindahkan sebagian kepemilikan emas mereka ke New York selama Perang Dingin,” kata analis riset Lina Thomas dan Daan Struyven dari Goldman Sachs mengenai sejarah perpindahan aset tersebut.
Langkah serupa juga dilakukan sejumlah negara Eropa lainnya. Prancis dan Jerman, misalnya, memindahkan sebagian emas mereka lebih dekat ke pusat kendali nasional.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap kekayaan negara. Risikonya mencakup perang dagang hingga konflik militer.
Di tengah ketidakpastian global, bank sentral dunia juga semakin banyak mengakumulasi emas.
World Gold Council mencatat, bank sentral global membeli rata-rata 1.000 ton emas per tahun dalam empat tahun terakhir.
Baca Juga: China Dukung Iran namun Tak Mau Korbankan Hubungan dengan AS
Namun, tren tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa krisis besar akan segera terjadi.
“Saya tidak mendapatkan kesan bahwa ada kiamat yang akan datang, tetapi yang saya pikirkan adalah orang-orang menjadi lebih teredukasi tentang cara mengelola aset cadangan mereka,” ungkap ahli strategi pasar senior di World Gold Council, Joseph Cavatoni.
Pemindahan fisik emas dilakukan dengan pengamanan ketat. Proses tersebut melibatkan perusahaan jasa logistik global untuk meminimalkan risiko pencurian selama perjalanan lintas samudra.
Selain memindahkan emas secara fisik, sejumlah bank sentral menggunakan cara lain. Mereka menjual emas di lokasi lama dan membeli kembali emas di lokasi tujuan.
Skema tersebut dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan keamanan.
“Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meningkat, bersama dengan peran emas yang tumbuh sebagai aset cadangan strategis, tampaknya berkontribusi pada tren ini,” pungkas Wakil Presiden Eksekutif Brink’s Global Services, Nader Antar.

[…] Belanda Pindahkan 86 Ton Emas untuk Hadapi Krisis Global […]