Prabowo Bahas Perampingan BUMN, 700 Perusahaan Jadi Target
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Jajaran Danantara juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Pos Pemukim ilegal di Tepi Barat Diperintahkan Netanyahu Dibongkar
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya terkait percepatan hilirisasi dan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo bersama para menteri membahas percepatan hilirisasi sebagai langkah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat investasi dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Selain hilirisasi, pemerintah membahas perkembangan penataan dan perampingan BUMN.
Berdasarkan informasi Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resminya, sebanyak 290 BUMN telah ditutup hingga saat ini.
Baca Juga: Tambahan Anggaran Untuk Penanganan Bencana Disiapkan Purbaya
Penutupan tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara hingga Rp 50 triliun.
Pemerintah juga menargetkan penutupan 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses perampingan dan konsolidasi perusahaan milik negara.
Prabowo berharap restrukturisasi BUMN dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara.
Dari proses tersebut, pemerintah menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.
