Rusia Gempur Kyiv Lagi, 6 Orang Terluka Usai Utusan AS Pergi
Rusia kembali melancarkan serangan udara ke Kyiv, Ukraina, pada Selasa dini hari. Serangan menggunakan rudal balistik tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah utusan perdamaian Amerika Serikat (AS) meninggalkan Ukraina.
Serangan itu menyebabkan sejumlah kerusakan di ibu kota Ukraina. Sedikitnya enam orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempuran tersebut.
Mengutip Reuters, Selasa (8/9/2026), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan situasi di sejumlah wilayah kota masih dalam kondisi darurat. Ia menyampaikan informasi tersebut melalui aplikasi Telegram.
Baca Juga : Mantan Menhan AS Prediksi Perang dengan Iran Akan Berlanjut
“Orang-orang juga terjebak di sebuah bangunan perumahan dan terjadi kebakaran di seluruh penjuru Kyiv akibat serangan rudal balistik Rusia,” paparnya.
Administrasi Militer Kyiv juga mengeluarkan peringatan kepada warga agar segera mencari lokasi yang aman untuk berlindung. Puing-puing rudal dilaporkan menghantam sejumlah bangunan.
Sebuah gedung apartemen lima lantai serta blok perumahan tiga lantai mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Rentetan ledakan yang mengguncang Kyiv turut memicu kewaspadaan di negara tetangga Ukraina, Polandia.
Sebagai anggota NATO dan Uni Eropa, Polandia langsung mengaktifkan operasi penerbangan militer angkatan bersenjatanya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman terhadap wilayah udara Polandia akibat eskalasi serangan di Ukraina.
Serangan terbaru Rusia terjadi setelah dua utusan perdamaian Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Ukraina.
Keduanya sebelumnya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya baru pemerintahan Trump untuk mendorong berakhirnya perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sekitar 4,5 tahun.
Sebelum menuju Ukraina, Kushner dan Witkoff diketahui datang dari Moskow. Dalam pembicaraan tersebut, Kremlin menyatakan masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan proses negosiasi tiga arah.
Di sisi lain, Rusia juga melaporkan adanya serangan drone Ukraina ke wilayahnya.
Serangan pesawat tak berawak tersebut dilaporkan merusak sejumlah infrastruktur sipil dan menyebabkan warga terluka di Saratov, kota yang berada di tepi Sungai Volga.
Baca Juga : Korut Siap Nuklir, Siapkan Kapal Perusak Kang Kon
Gubernur Saratov mengatakan wilayah tersebut terletak sekitar 730 kilometer di tenggara Moskow. Saratov menjadi lokasi sejumlah fasilitas strategis, termasuk kilang minyak besar milik perusahaan minyak negara Rusia, Rosneft.
Selain kilang minyak, wilayah tersebut juga menjadi tempat berdirinya berbagai fasilitas industri dan militer penting Rusia.
Pertukaran serangan ini menunjukkan bahwa aktivitas militer Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung meski upaya diplomatik untuk menghentikan konflik kembali digencarkan oleh pemerintahan AS.
