Korea Utara Resmikan Kapal Perusak Kang Kon, Siap Nuklir
Korea Utara (Korut) meresmikan kapal perusak terbaru yang disebut akan menjadi bagian dari sistem respons nuklir negara tersebut. Pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan kapal perang itu dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan serangan balasan terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh Pyongyang.
Mengutip Reuters, Senin (7/9/2026), informasi tersebut disampaikan media pemerintah Korea Utara, KCNA. Namun, laporan itu tidak menjelaskan secara pasti apakah kapal perusak tersebut benar-benar dilengkapi atau membawa senjata nuklir.
Peresmian kapal dilakukan di kota pelabuhan Wonsan pada Minggu. Dalam acara tersebut, Kim Jong Un menyatakan kehadiran kapal baru itu menjadi sinyal bagi negara-negara yang memusuhi Korea Utara.
Kapal tersebut selanjutnya akan dikerahkan ke perairan di sebelah timur Semenanjung Korea.
Baca Juga : Perintah Bongkar Pemukiman Ilegal di Tepi Barat, Netanyahu Nyerah?
“Telah tiba saatnya bagi kita untuk menjalankan kedaulatan kita di laut dan di bawah air,” ujar Kim Jong Un.
Kapal perang terbaru Korut itu merupakan kapal perusak berbobot sekitar 5.000 ton bernama Kang Kon. Kapal ini menjadi kapal perang kedua dari kelasnya yang mulai dioperasikan Korea Utara.
Sebelumnya, Korut telah meresmikan kapal perusak Choe Hyon di wilayah pantai barat sekitar tiga bulan lalu.
Kim Jong Un mengatakan kemampuan persenjataan nuklir angkatan laut Korea Utara terus mengalami perkembangan. Pyongyang, menurutnya, akan memperluas aset strategis di wilayah perairan penting untuk mempertahankan kedaulatan maritim sekaligus keamanan kawasan.
Ia juga menegaskan bahwa Kang Kon akan menjadi bagian dari sistem respons nuklir Korea Utara.
Profesor Institut Studi Timur Jauh Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, menilai pernyataan Kim merupakan pengumuman terbuka mengenai fungsi kapal-kapal perusak tersebut sebagai bagian dari strategi penangkal nuklir berbasis laut.
“Pernyataan Kim merupakan deklarasi publik bahwa kapal-kapal perusak tersebut akan digunakan sebagai platform untuk penangkal nuklir berbasis laut,” ujar Lim Eul-chul.
Menurutnya, penempatan Kang Kon di perairan timur Semenanjung Korea juga berkaitan dengan upaya Pyongyang mengantisipasi aktivitas militer Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang.
“Pengerahan Kang Kon ke perairan sebelah timur Semenanjung bertujuan untuk mencegah operasi angkatan laut AS, Korsel, dan Jepang di dekat semenanjung tersebut,” tambahnya.
Ju Ae Hadiri Peresmian Kapal Perusak Kang Kon
Peresmian kapal perang tersebut turut dihadiri putri Kim Jong Un, Ju Ae. Ia terlihat mengenakan setelan berwarna putih dan berdiri di samping ayahnya saat menerima penghormatan dalam acara tersebut.
Ketika Ju Ae muncul di layar raksasa dan kemudian menaiki kapal perusak Kang Kon, massa dilaporkan memberikan sambutan meriah.
Baca Juga : Iran Siapkan Zona Terlarang di Hormuz, Kapal Terancam Sanksi?
Kehadiran Ju Ae kembali menjadi perhatian karena Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) sebelumnya menilai Korea Utara terus mengambil langkah untuk mempersiapkannya sebagai penerus Kim Jong Un.
AS, Korsel, dan Jepang Gelar Latihan Freedom Edge
Peresmian kapal perang Korea Utara berlangsung ketika Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang memulai latihan militer tahunan Freedom Edge.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mengatakan latihan tersebut dimulai pada Senin di perairan internasional sebelah tenggara dan selatan Pulau Jeju.
Latihan yang berlangsung hingga Jumat itu melibatkan sejumlah aset utama dari sektor maritim dan udara ketiga negara. Freedom Edge ditujukan untuk memperkuat kemampuan pencegahan serta respons terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.
