Trump Undang Putin ke KTT G20 di Miami, Rubio Ungkap Alasannya
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan Presiden Donald Trump telah mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menghadiri KTT G20 yang akan digelar di Miami pada Desember 2026.
Jika Putin menerima undangan tersebut dan hadir secara langsung, ini akan menjadi kehadiran langsung pertamanya dalam pertemuan tahunan G20 sejak 2019. Kremlin mengatakan akan mempertimbangkan undangan dari pemerintah AS.
Rubio juga menyebut Trump akan berbicara langsung dengan Putin apabila pemimpin Rusia itu datang ke Miami. Pertemuan tatap muka terakhir antara Trump dan Putin berlangsung pada Agustus 2025 dalam KTT di Alaska.
Sejak pertemuan tersebut, upaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina belum mencapai kesepakatan. Washington sebelumnya berharap Moskow bersedia mengambil langkah menuju penghentian konflik, tetapi proses tersebut masih menemui hambatan.
Rubio Ungkap Alasan Trump Undang Putin
Rubio mengatakan kehadiran Putin di KTT G20 dapat membuka kesempatan bagi pemimpin Rusia tersebut untuk berkomunikasi dengan Trump maupun para kepala negara lain yang hadir.
Baca Juga : Presiden Iran Tuduh Israel Punya Senjata Nuklir Bukan Teheran
“Kami berpendapat ini adalah kesempatan baginya untuk berinteraksi tidak hanya dengan presiden, tetapi juga dengan para pemimpin dunia lainnya,” ujar Rubio kepada wartawan di sela-sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB di New York, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis 24 September 2026.
KTT G20 di Miami nantinya akan berlangsung di Trump National Doral Golf Club. Kehadiran Putin berpotensi mendapat respons beragam dari negara-negara anggota G20, terutama negara Barat yang selama ini mengecam perang Rusia di Ukraina.
Pada pertemuan para menteri keuangan G20 di Asheville, North Carolina, bulan lalu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov juga hadir setelah mendapat undangan dari pemerintahan Trump.
Namun, kehadiran Siluanov mendapat protes dari sejumlah pejabat Eropa. Ia bahkan tidak ikut dalam sesi “foto bersama” yang biasanya menjadi bagian dari agenda pertemuan.
Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil menyebut kehadiran Siluanov sebagai “sinyal yang menurut saya mengkhawatirkan,” dengan mempertimbangkan serangan Rusia yang masih berlangsung di Ukraina.
Rusia Tetap Menjadi Anggota G20
Berbeda dengan G7, Rusia masih tercatat sebagai anggota G20. Keanggotaan Moskow dalam G8 sebelumnya ditangguhkan pada 2014 setelah Putin mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina.
G20 sendiri beranggotakan negara-negara maju dan berkembang yang rutin bertemu untuk membahas berbagai persoalan ekonomi global.
Putin dalam beberapa tahun terakhir tidak menghadiri KTT G20 secara langsung. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan ketidakhadirannya, sementara invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 kemudian semakin memperumit hubungan Moskow dengan negara-negara Barat.
Meski demikian, Putin sempat mengikuti KTT G20 2021 secara virtual. Ia juga menyampaikan pidato melalui video dalam sesi lanjutan KTT G20 2023 di New Delhi.
Komposisi G20 juga tidak seluruhnya terdiri dari negara yang berseberangan dengan Rusia. Di dalamnya terdapat negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow, seperti China, India, Turki, dan Afrika Selatan.
Trump selama ini dikenal terbuka terhadap dialog langsung dengan Putin dan menolak pendekatan yang sepenuhnya mengisolasi pemimpin Rusia tersebut. Namun, sikap Trump terhadap Putin belakangan disebut semakin berubah seiring belum adanya kemajuan dalam upaya mengakhiri perang Ukraina.
Sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump, Rubio pernah mengambil sikap keras terhadap Putin. Ia bahkan pernah menyebut pemimpin Rusia itu sebagai penjahat perang yang tidak dapat dipercaya dalam perundingan.
Namun, sejak menjadi penasihat keamanan nasional sekaligus menteri luar negeri Trump, Rubio mendukung pendekatan Trump yang mengutamakan dialog dengan Moskow.
Pada Rabu, Rubio juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Sehari sebelumnya, Rubio mendampingi Trump dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
“Pada akhirnya, kita semua ingin perang ini berakhir,” ujar Rubio kepada para wartawan pada Rabu, seraya menambahkan bahwa hanya “kesepakatan melalui perundingan” yang dapat menghentikan pertempuran tersebut.
Baca Juga : AS Ancam Tutup Maskapai Iran, Tapi Mahan Air Terbang
“Semakin cepat kita mencapai kesepakatan itu, semakin sedikit kerusakan yang terjadi dan semakin sedikit korban jiwa di kedua belah pihak. Itulah yang diinginkan presiden,” ujarnya.
Xi Jinping Juga Diperkirakan Hadiri KTT G20
Selain Putin, Rubio mengatakan Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak di Miami.
Xi saat ini memang tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke AS pada 23-25 September 2026 atas undangan Trump. Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu di Washington pada 24 September untuk membahas hubungan bilateral dan berbagai isu global.
Rubio menambahkan bahwa Trump juga berencana mengunjungi China pada pertengahan November untuk menghadiri pertemuan puncak ekonomi para pemimpin Asia. Dalam kunjungan tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Xi di Shenzhen.
