Resmi! AS-China Perpanjang Gencatan Dagang hingga Januari 2027
Amerika Serikat (AS) dan China sepakat memperpanjang gencatan dagang kedua negara hingga 10 Januari 2027. Kesepakatan tersebut memperpanjang masa berlaku Busan Agreement yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November 2026.
Perpanjangan tersebut diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Rabu (23/9/2026), setelah dirinya bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Washington. Pertemuan itu merupakan kelanjutan dari pembicaraan keduanya di New York pada akhir pekan sebelumnya.
“Kami akan memperpanjang apa yang kami sebut ‘Perjanjian Busan’- perdamaian ekonomi antara kedua negara yang dijadwalkan berakhir pada 10 November- dan akan diperpanjang hingga 10 Januari,” kata Bessent dalam sebuah wawancara di Fox News Channel, dikutip Kamis (24/9/2026).
Menurut Bessent, perpanjangan tersebut memberikan waktu tambahan bagi Washington dan Beijing untuk membahas kemungkinan kesepakatan ekonomi yang lebih luas.
Ia mengatakan paket ekonomi yang lebih besar berpeluang disepakati pada Januari. Namun, kedua negara juga dapat memilih untuk mempertahankan kesepakatan yang ada dan kembali memperpanjangnya.
Baca Juga : AS-Iran Negosiasi Kembali, Trump Ancam Musnahkan Teheran
“Ada beberapa hasil yang belum sempurna di pihak Tiongkok, jadi kami juga ingin melihat, setelah kami duduk bersama dan menyampaikan ekspektasi kami kepada mereka, apakah dalam beberapa bulan mendatang mereka bisa lebih tegas dalam memberlakukan perjanjian tersebut,” katanya.
Perpanjangan Dagang Bersamaan dengan Kunjungan Xi
Kesepakatan tersebut diumumkan ketika Presiden China Xi Jinping tiba di Amerika Serikat untuk kunjungan kenegaraan. Xi berada di AS untuk kunjungan yang berlangsung hingga 25 September dan dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump di Washington.
Perpanjangan Busan Agreement memberikan tambahan waktu bagi kedua negara untuk membahas sejumlah persoalan perdagangan. Kesepakatan yang dicapai pada 2025 tersebut sebelumnya telah menahan kenaikan tarif dan sejumlah tindakan balasan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Bessent juga mengisyaratkan kemungkinan adanya pengumuman lanjutan dalam beberapa hari berikutnya. Salah satu pembahasan yang mencuat adalah peningkatan pembelian produk pertanian AS oleh China serta peluang kerja sama di sektor jasa keuangan.
AS-China Bahas Tarif dan Produk Perdagangan
Selain perpanjangan gencatan dagang, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelumnya melakukan pembicaraan dengan pejabat China untuk mempersiapkan agenda pertemuan Trump dan Xi.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua negara juga membahas kemungkinan membentuk mekanisme pemberitahuan mengenai insiden atau ancaman yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), terutama yang menyangkut keamanan nasional.
Greer mengatakan Washington dan Beijing juga dapat menyepakati daftar barang yang dikenakan tarif lebih rendah melalui inisiatif Board of Trade Presiden Donald Trump dengan China.
“Kami memperkirakan jenis barang yang Anda lihat dalam daftar tersebut adalah barang konsumsi, barang-barang berteknologi rendah yang datang dari pihak Tiongkok,” kata Greer kepada wartawan.
“Di pihak AS, produk-produk energi, barang-barang pertanian, peralatan medis, dan hal-hal lain yang serupa.”
Baca Juga : Langsung Temui Trump, Xi Jinping Tak Hadiri Sidang PBB
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara mempertahankan stabilitas hubungan perdagangan. AP melaporkan Washington dan Beijing masih membahas pengurangan hambatan perdagangan untuk sejumlah produk pertanian dan industri, meski sejumlah komitmen sebelumnya masih dalam tahap pelaksanaan.
Kunjungan Xi ke AS menjadi kunjungan kenegaraan pertamanya ke negara tersebut dalam lebih dari satu dekade. Dengan perpanjangan gencatan dagang hingga Januari 2027, Washington dan Beijing memiliki waktu tambahan untuk merundingkan kesepakatan ekonomi yang lebih luas.
