Sanksi AS Ganggu Penerbangan Iran, Rute Ini Masih Beroperasi
Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran mulai memberikan tekanan terhadap sektor penerbangan negara tersebut. Meski sejumlah rute penerbangan sipil mengalami gangguan, Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran memastikan beberapa penerbangan menuju negara-negara mitra masih berjalan.
Dikutip dari Shafaq, Minggu (27/9/2026), pengelola Bandara Internasional Imam Khomeini menyebut penerbangan menuju Turki, Malaysia, China, Pakistan, Vietnam, dan Afghanistan masih beroperasi sesuai jadwal.
Baca Juga : Perang AS-Iran Buat Irak Tekor Ribuan Triliun
Namun, sejumlah rute lain telah mengalami penghentian penerbangan. Rute menuju Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Oman, dan Georgia termasuk yang sebelumnya telah ditangguhkan akibat dampak sanksi AS.
Pihak pengelola bandara mengatakan upaya pemulihan terus dilakukan agar penerbangan pada rute-rute tersebut dapat kembali beroperasi.
Sanksi AS Tekan Sektor Penerbangan Iran
Gangguan penerbangan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada 8 September 2026. Kebijakan tersebut menyasar 36 entitas yang memiliki keterkaitan dengan industri penerbangan Iran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 maskapai komersial Iran turut masuk dalam daftar yang dikenai sanksi.
Dampaknya kemudian meluas hingga ke negara-negara yang memiliki jalur penerbangan langsung dengan Iran. Salah satunya Irak yang ikut menghentikan penerbangan dari dan menuju negara tersebut.
Bandara Internasional Najaf di Irak mengumumkan penghentian seluruh penerbangan dari dan ke Iran mulai Jumat (25/9/2026) pukul 02.00 waktu setempat. Keputusan tersebut diambil setelah adanya instruksi dari pemerintah Irak.
Irak Lobi AS untuk Dapat Pengecualian Sanksi
Pemerintah Irak kemudian berupaya mencari solusi agar gangguan penerbangan tidak berlangsung lebih lama. Baghdad menyatakan tengah berkomunikasi langsung dengan Washington untuk membahas kemungkinan pengecualian dari aturan sanksi AS.
Baca Juga : Iran dengan Tegas Tak Akan Beri Konsesi Nuklir kepada AS
Pada Sabtu (26/9/2026), pemerintah Irak mengatakan pembicaraan tersebut ditujukan untuk memperoleh exemption bagi sejumlah bandara di negaranya yang terdampak sanksi terhadap maskapai Iran.
Pengecualian tersebut diharapkan dapat membantu menghidupkan kembali rute penerbangan sipil antara Irak dan Iran. Jalur tersebut dinilai penting untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan medis, pendidikan, hingga kunjungan ke tempat-tempat ibadah dan keperluan mobilitas lainnya.
Dengan masih berlangsungnya pembicaraan antara Baghdad dan Washington, pemerintah Irak berharap aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan tanpa melanggar ketentuan sanksi yang diberlakukan AS.
