Serangan Houthi Tewaskan 12 Orang di Riyadh, AS Siap Terlibat?
Serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya pada Sabtu (10/10/2026).
Insiden tersebut menuai kecaman dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Qatar, Pakistan, Jepang, dan Mesir.
Presiden AS Donald Trump menyebut serangan itu sebagai tindakan mengerikan dan membuka kemungkinan Washington terlibat dalam operasi militer Arab Saudi terhadap Houthi.
Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (11/10/2026), serangan tersebut menjadi yang ketiga menyasar Bandara Riyadh dalam sepekan terakhir.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan, korban tewas terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.
Serangan itu juga tercatat sebagai yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Arab Saudi saat ini menjalankan operasi udara terhadap Houthi untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam pertempuran darat.
Baca Juga: Ekonom Peraih Nobel Peringatkan Prancis Terancam Krisis Utang
Trump Sebut Serangan Houthi Mengerikan
Presiden AS Donald Trump mengecam serangan terhadap Bandara Riyadh dan menyebutnya sebagai tindakan yang mengerikan.
Trump juga mengatakan akan segera berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang merupakan pemimpin de facto kerajaan tersebut.
Selain menyampaikan kecaman, Trump membuka kemungkinan AS bergabung dalam operasi militer Arab Saudi terhadap Houthi.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Washington, Trump mengatakan pemerintahannya masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.
“Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui serangan terbaru itu, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami akan bergerak sangat cepat,” ujar Trump.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut mengecam serangan tersebut, yang juga menewaskan seorang warga negara Amerika Serikat.
Rubio mendesak agar serangan terhadap Arab Saudi segera dihentikan.
“Kami berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi dan rakyatnya serta menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka,” tulis Rubio melalui platform X.
Ia juga menyebut serangan tersebut sebagai tindakan tercela yang harus dihentikan.
PBB Peringatkan Ancaman terhadap Perdamaian Yaman
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi.
Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menilai serangan mematikan terhadap bandara sipil sebagai peningkatan konflik yang serius.
Menurutnya, serangan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan dan menghambat upaya perdamaian di Yaman.
“Tindakan seperti ini menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan regional, memperpanjang siklus kekerasan, dan semakin mempersulit upaya perdamaian di Yaman,” ujar Grundberg dalam pernyataannya.
Peringatan itu disampaikan ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman kembali meningkat, dengan Arab Saudi terlibat melalui operasi militer terhadap kelompok tersebut.
Baca Juga: India Tangkap Demonstran, Buntut Protes Tuntut Ketua KPU Mundur
Qatar, Pakistan, dan Mesir Kecam Serangan Houthi
Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara lainnya turut mengecam serangan terhadap Bandara Riyadh.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Arab Saudi yang mengancam keamanan kawasan, keselamatan warga sipil, fasilitas umum, serta aktivitas penerbangan.
Doha juga menyampaikan solidaritas kepada Arab Saudi dan mendukung langkah-langkah sah yang diambil Riyadh untuk menjaga kedaulatan serta keamanan wilayahnya.
Kecaman serupa disampaikan Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan terorisme keji dan ancaman serius bagi perdamaian serta keamanan kawasan.
Islamabad juga menegaskan solidaritasnya kepada Arab Saudi. Pernyataan tersebut muncul setelah Pakistan mengaktifkan pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi menyusul serangan-serangan sebelumnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam keras tindakan Houthi dan menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengabaikan keselamatan masyarakat sipil.
Raja Yordania Abdullah juga menyampaikan belasungkawa kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Yordania menegaskan solidaritas penuh kepada Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri negara tersebut menyebut serangan Houthi sebagai agresi brutal, peningkatan konflik yang berbahaya, serta pelanggaran terhadap hukum internasional.
Pemerintah Palestina turut menyatakan dukungan dan solidaritas kepada Arab Saudi, termasuk terhadap langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan, keamanan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya.
Oman Serukan Pengendalian Diri, Jepang Kecam Serangan terhadap Warga Sipil
Berbeda dengan sejumlah negara yang menekankan dukungan terhadap langkah keamanan Arab Saudi, Oman menyerukan agar semua pihak mengedepankan pengendalian diri.
Kesultanan Oman mengecam serangan terhadap Bandara Riyadh dan meminta semua pihak mengutamakan kebijaksanaan untuk mencegah meluasnya konflik.
Pemerintah Oman juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan.
Sementara itu, Kedutaan Besar Jepang di Arab Saudi mengecam serangan berulang yang dilakukan Houthi.
Jepang menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Kecaman dari berbagai negara tersebut muncul ketika konflik di Yaman kembali meningkat dan serangan terhadap Arab Saudi semakin sering terjadi.
Serangan terbaru di Bandara Riyadh menjadi perhatian internasional karena menyasar fasilitas penerbangan sipil dan menimbulkan korban jiwa dari berbagai negara.
Di tengah kecaman tersebut, kemungkinan keterlibatan AS dalam operasi militer Arab Saudi terhadap Houthi masih menunggu keputusan pemerintah Washington.
