Bandara Riyadh Diserang Rudal Houthi, 12 Orang Tewas
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dilaporkan kembali melancarkan serangan rudal ke Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyebabkan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Mengutip AFP, Minggu (11/10/2026), otoritas penerbangan sipil menyatakan bahwa serangan di bandara tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 orang lainnya terluka.
Insiden ini turut memicu respons dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam operasi militer Arab Saudi untuk menyerang kelompok Houthi yang didukung Iran.
Baca Juga : Prabowo dan Presiden Mesir Bertemu, Bahas Investasi Bersama?
“Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
“Kami bertindak sangat cepat,” lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah kedutaan besar negara asing di Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negara mereka. Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan AS meminta warganya menjauhi Bandara Internasional Riyadh serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat.
Kedutaan Besar Spanyol menyampaikan peringatan tersebut melalui platform X. Dalam keterangannya, kedutaan menyebut adanya “serangan baru” yang dilakukan kelompok Houthi terhadap bandara tersebut.
Baca Juga : Pemukiman Israel Tuai Kecaman dari Prabowo dan Presiden Mesir
Sebelumnya, sejumlah saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa perintah evakuasi sempat dikeluarkan di area bandara setelah serangan terjadi.
Secara terpisah, seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa rudal yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam bandara sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas penerbangan di Arab Saudi. Pemerintah AS kini juga mempertimbangkan langkah selanjutnya menyusul insiden yang menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang terluka tersebut.
