Nuklir Pertama Bangladesh Ditargetkan Beroperasi November
Bangladesh menargetkan unit pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Rooppur mulai terhubung ke jaringan listrik nasional pada akhir November 2026. Proyek yang dibangun dengan dukungan Rusia ini menjadi salah satu infrastruktur energi terbesar di negara tersebut.
Mengutip Russia Today, Sabtu (10/10/2026), CEO Rosatom, Aleksey Likhachev, menyampaikan target tersebut saat berada di Dhaka pada Jumat. Pengumuman itu disampaikan setelah pertemuannya dengan Menteri Sains dan Teknologi Bangladesh, Fakir Mahbub Anam.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah persoalan penting terkait kelanjutan proyek PLTN Rooppur. Proses pengisian bahan bakar nuklir di fasilitas itu sendiri telah dimulai sejak April 2026.
Baca Juga : Prabowo Bagikan Dukungan untuk Mesir Amankan Hak Air
Rooppur menjadi proyek infrastruktur dengan nilai investasi terbesar di Bangladesh dan memperoleh dukungan pembiayaan dari Rusia. Moskow memberikan pinjaman negara senilai US$ 11,9 miliar atau sekitar Rp 211,82 triliun. Sementara itu, total biaya pembangunan pembangkit tersebut diperkirakan mencapai US$ 12,8 miliar atau setara Rp 227,84 triliun.
Meski pembangunan telah memasuki tahap lanjutan, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum pembangkit beroperasi. Likhachev menegaskan bahwa para tenaga ahli Rusia terus bekerja bersama operator Bangladesh untuk memastikan fasilitas tersebut dapat dijalankan secara aman dan efektif.
“Tentu saja, kami masih memiliki beberapa pekerjaan di sini. Spesialis kami tidak hanya membangun, tetapi berdiri bahu-membahu, bekerja sama dengan operator di Bangladesh untuk memastikan pengoperasian pembangkit yang efektif dan aman,” papar Likhachev.
Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai pengoperasian pembangkit tetap berada di tangan pemerintah Bangladesh.
“Semua keputusan akhir akan dibuat oleh pemerintah Bangladesh, rakyat Bangladesh. Kami menargetkan sekitar akhir November,” pungkasnya.
PLTN Rooppur Diproyeksikan Pasok 12% Kebutuhan Listrik Bangladesh
PLTN Rooppur dibangun oleh Komisi Energi Atom Bangladesh dan berlokasi sekitar 160 kilometer dari Dhaka. Fasilitas ini memiliki dua unit reaktor dengan kapasitas masing-masing mencapai 1.200 megawatt (MW).
Sebelumnya, pada April 2026, Fakir Mahbub Anam menyampaikan bahwa unit pertama diperkirakan memulai operasi dengan pasokan listrik awal sebesar 300 MW.
Dalam proyek ini, Rusia menyediakan berbagai kebutuhan utama, mulai dari peralatan pembangkit, bahan bakar nuklir, hingga dukungan teknis dan permesinan. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Bangladesh mengembangkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi nuklir.
Baca Juga : Protes Pelajar Prancis Terus Berjalan, Ratusan Sekolah Terdampak
Apabila kedua unit beroperasi secara penuh, PLTN Rooppur diproyeksikan mampu memenuhi sekitar 12% dari total kebutuhan listrik Bangladesh. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menambah kapasitas pasokan listrik nasional.
Hubungan kerja sama kedua negara dalam proyek tersebut juga mendapat perhatian di tingkat diplomatik. Pada Juni 2026, Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman memuji pembangunan PLTN Rooppur saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Rahman menyebut proyek tersebut sebagai simbol kerja sama yang signifikan antara Bangladesh dan Rusia, sekaligus mencerminkan eratnya hubungan bilateral di bidang energi dan pembangunan infrastruktur.
