Trump Janjikan Bantuan Tunai Jelang Pemilu Sela AS
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin gencar menawarkan berbagai bantuan finansial kepada masyarakat menjelang pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Salah satu usulannya adalah memberikan 5.000 dollar AS atau sekitar Rp90 juta kepada setiap warga dewasa jika Partai Republik berhasil mempertahankan mayoritas di Kongres.
Trump mulai menyampaikan sejumlah janji bantuan tersebut dalam konvensi Partai Republik pada September. Setelah itu, ia mengumumkan program lainnya, mulai dari pembayaran langsung bagi petani hingga bantuan untuk penerima layanan kesehatan.
Pada Senin (19/10/2026), Trump mengumumkan rencana bantuan senilai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp143 triliun bagi petani di AS. Sehari kemudian, ia memperkenalkan program yang memungkinkan masyarakat memperoleh hingga 30.000 dollar AS atau sekitar Rp539 juta jika memberikan informasi mengenai dugaan penipuan terhadap pemerintah.
Trump juga menjanjikan percepatan penyelesaian klaim para veteran yang berkaitan dengan paparan air tercemar di Camp Lejeune, pangkalan Korps Marinir AS di North Carolina.
Baca Juga : Utang Membengkak, Bayangan Krisis Seperti Prancis Bayangi AS
Saat berkampanye di Greenville, North Carolina, pada Selasa (20/10/2026) malam, Trump menyatakan akan meminta Departemen Kehakiman segera menuntaskan klaim yang dianggap sah apabila Partai Republik mampu mempertahankan mayoritas di DPR dan Senat.
“Jika kita memenangkan DPR dan Senat, saya mengarahkan Departemen Kehakiman untuk menyelesaikan semua klaim sah yang tersisa secepat mungkin,” kata Trump.
Selain itu, Gedung Putih tengah membahas kemungkinan penerbitan sejumlah perintah eksekutif menjelang pemilu. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengatasi kenaikan biaya hidup, termasuk melalui langkah-langkah yang berfokus pada penurunan biaya perumahan.
Tarik Banyak Dukungan
Serangkaian pengumuman bantuan tersebut muncul ketika Partai Republik menghadapi persaingan pemilu sela yang dinilai menjadi salah satu tantangan terberat dalam beberapa tahun terakhir.
Program bantuan itu dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan semangat pemilih sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah menyadari tekanan finansial yang tengah dihadapi masyarakat. Namun, Partai Demokrat menuding Trump berusaha membeli suara melalui berbagai janji bantuan tersebut.
Sejumlah anggota Partai Demokrat dan sebagian politikus Partai Republik juga mempertanyakan usulan itu. Mereka menilai pemberian bantuan dalam skala besar berpotensi memperlebar defisit anggaran pemerintah dan meningkatkan tekanan inflasi.
Menurut laporan The Wall Street Journal, program pemberian 5.000 dollar AS kepada seluruh warga dewasa di Amerika Serikat berpotensi membutuhkan anggaran lebih dari 1 triliun dollar AS.
Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle membela langkah Trump. Ia menggambarkan presiden sebagai pemimpin yang tegas sekaligus tokoh utama yang menggerakkan Partai Republik.
Ingle juga menyebut pemilih kini dihadapkan pada pilihan antara mendukung kelanjutan agenda Trump atau kebijakan Partai Demokrat yang ia gambarkan sebagai liberal ekstrem dan menghambat jalannya pemerintahan.
Meski demikian, hasil survei The Wall Street Journal pada bulan sebelumnya menunjukkan bahwa 64 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap usulan bantuan sebesar 5.000 dollar AS tersebut.
Bantuan untuk Petani AS
Trump menyatakan Departemen Pertanian AS akan meluncurkan program bernama Harvest Fuel Relief untuk membantu petani menghadapi kenaikan biaya bahan bakar diesel, bensin, dan pupuk.
Kebijakan ini diumumkan ketika sebagian petani menyampaikan kekecewaan terhadap Trump akibat kebijakan tarif serta kenaikan harga yang terjadi sejak perang dengan Iran. Trump pun berjanji menyediakan pendanaan tambahan bagi petani apabila Partai Republik memenangkan pemilu sela.
Ia juga berkomitmen menandatangani undang-undang yang memungkinkan penjualan bensin dengan campuran etanol 15 persen atau E15 sepanjang tahun.
Kebijakan tersebut telah lama diperjuangkan oleh petani jagung di AS. Namun, penerapannya masih membutuhkan persetujuan Kongres dan menghadapi sejumlah tantangan sebelum dapat disahkan.
Janji Trump Diragukan
Partai Demokrat menilai berbagai janji bantuan yang disampaikan Trump belum tentu mampu mengubah pilihan pemilih dalam pemilu sela. Pasalnya, persoalan keterjangkauan biaya hidup masih menjadi salah satu perhatian utama masyarakat Amerika Serikat.
Baca Juga : Trump Desak Ukraina Damai dengan Rusia, Tidak Peduli Caranya!
Konsultan kampanye Partai Demokrat, Jared Leopold, mengatakan masyarakat meragukan komitmen Trump untuk merealisasikan janji-janji tersebut.
“Orang-orang tidak percaya dia akan menepatinya. Ketika Anda berulang kali mengingkari janji, tidak ada lagi yang memercayai apapun yang Anda katakan,” kata Leopold.
Trump sebelumnya juga pernah mengusulkan pemberian uang tunai kepada masyarakat, tetapi sejumlah gagasan tersebut belum terealisasi.
Pada awal masa jabatannya, ia menyampaikan rencana untuk membagikan 20 persen penghematan dari program pemangkasan biaya yang dijalankan Elon Musk.
Ketika memberlakukan tarif terhadap sejumlah negara dan meningkatkan perang dagang, Trump juga beberapa kali mengusulkan pembayaran dividen tarif kepada sebagian besar warga. Nilai bantuan yang pernah disebutkan berkisar antara 1.000 hingga 2.000 dollar AS atau sekitar Rp17 juta hingga Rp35 juta.
