Hamas Puji Turki Atas Surat Penangkapan PM Israel Netanyahu
Kelompok Hamas menyambut baik keputusan Turki yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan genosida di Jalur Gaza.
Langkah hukum yang diumumkan pada Jumat (7/11) itu dinilai Hamas sebagai tindakan berani dan mencerminkan solidaritas mendalam terhadap rakyat Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut keputusan pengadilan Turki sebagai “langkah terpuji” dan bukti nyata atas ikatan persaudaraan antara rakyat Turki dan rakyat Palestina yang tengah tertindas.
“Langkah terpuji ini mencerminkan posisi tulus rakyat dan kepemimpinan Turki dalam menegakkan keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan dengan rakyat Palestina yang menghadapi salah satu perang genosida paling brutal dalam sejarah modern,” tulis Hamas dalam pernyataannya, Sabtu (8/11/2025).
Hamas juga menyerukan kepada seluruh negara dan lembaga hukum internasional untuk mengikuti langkah Turki, dengan mengeluarkan surat penangkapan bagi para pemimpin Israel yang dianggap bertanggung jawab atas kejahatan perang di Gaza.
“Dan membawa mereka ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan kejahatan mereka terhadap kemanusiaan” lanjut Hamas.
Baca juga: Turki Terbitkan Surat Penangkapan PM Israel Netanyahu
Tuduhan Genosida Gaza dan Target Penangkapan Pejabat Israel
Sebelumnya, Kejaksaan Agung Istanbul mengumumkan bahwa Pengadilan Kriminal Perdamaian Istanbul telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 37 pejabat senior Israel, termasuk Netanyahu.
Mereka dituduh melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama agresi militer di Gaza.
Selain Netanyahu, nama-nama besar lainnya yang ikut tercantum dalam daftar antara lain:
- Menteri Pertahanan Israel Katz,
- Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir,
- Kepala Staf Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir, dan
- Komandan Angkatan Laut David Saar Salama.
Dalam pernyataan resminya, kejaksaan menyebut Israel bertanggung jawab atas ribuan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta kerusakan luas di wilayah pemukiman Gaza.
“Berdasarkan bukti yang diperoleh, pejabat Israel memikul tanggung jawab pidana atas tindakan sistematis berupa kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di Gaza,” tulis Kejaksaan Istanbul.
Pemerintah Israel langsung bereaksi keras terhadap keputusan Turki. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyebut langkah tersebut sebagai “aksi publisitas murahan” yang bermotif politik.
“Israel menolak dengan tegas, dengan penghinaan, aksi publisitas terbaru oleh tiran Erdogan,” tulis Sa’ar dalam unggahan di media sosial X.
Israel menilai langkah Turki ini sebagai upaya untuk memperkuat posisi politik Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang selama ini dikenal vokal menentang kebijakan militer Israel di Gaza.
Baca juga: Empat Ancaman Trump terhadap Zohran Mamdani

[…] Hamas Puji Turki Atas Surat Penangkapan PM Israel Netanyahu […]
Tes