Media Singapura Soroti Jakarta, Meski Rupiah Lemah Turis Tetap Datang
Media Singapura, The Straits Times, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah serta sejumlah kasus kejahatan jalanan yang terjadi di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut disebut tidak mengurangi minat wisatawan Singapura untuk berkunjung ke ibu kota Indonesia.
Dalam artikel berjudul “Jakarta crime fears rise, but rupiah slide keeps Singaporeans coming for shopping and food”, media tersebut menyebut nilai tukar rupiah yang melemah justru membuat Jakarta semakin menarik sebagai destinasi belanja dan wisata kuliner.
Rupiah Lemah Jadi Daya Tarik Wisatawan
Salah satu wisatawan asal Singapura, Noraini Rahmat, mengaku tetap menikmati kunjungannya ke Jakarta meski muncul berbagai laporan mengenai tindak kriminal yang sempat viral di media sosial.
Baca Juga : Trump Marah ke Netanyahu, Israel Tetap Serang Beirut
“Tidak ada waktu untuk takut — terlalu banyak belanja yang harus dilakukan,” canda Noraini Rahmat saat diwawancarai The Straits Times, Senin (1/6/2026).
Perempuan berusia 52 tahun itu datang bersama dua saudara perempuannya untuk mengikuti apa yang disebutnya sebagai “maraton belanja besar-besaran” selama beberapa hari di Jakarta.
Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan, tetapi hal tersebut tidak berbeda dengan ketika beraktivitas di kota-kota besar lainnya.
“Tentu saja, ketika video seperti itu menjadi viral, orang-orang akan membicarakannya. Tapi jujur saja, kami hanya mencoba berhati-hati seperti yang kami lakukan di Singapura atau kota besar lainnya,” kata Noraini.
“Jangan berdiri terlalu dekat dengan jalan dengan ponsel Anda terpampang, jangan biarkan tas Anda terbuka. Anda tahu, hal-hal dasar seperti itu,” imbuhnya.
Berburu Busana Muslim hingga Kuliner Blok M
Selama berada di Jakarta, Noraini dan keluarganya mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan untuk mencari produk lokal dan busana muslim.
Mereka berburu berbagai kebutuhan di Thamrin City, mengunjungi gerai merek lokal populer seperti Buttonscarves, hingga menikmati aneka kuliner di kawasan Blok M.
Tak hanya itu, mereka juga memanfaatkan kapasitas bagasi penerbangan untuk membawa pulang berbagai oleh-oleh khas Indonesia, termasuk kue lapis dan camilan lokal.
Noraini mengaku nilai tukar yang menguntungkan membuat pengalaman berbelanja terasa jauh lebih hemat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dolar Singapura Makin Perkasa
Pandangan serupa disampaikan Marcus Tan, wisatawan asal Singapura berusia 38 tahun yang singgah di Jakarta setelah berlibur ke wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah memberikan keuntungan besar bagi wisatawan.
“Seratus dolar Singapura benar-benar cukup di sini. Saya bisa membeli lebih banyak, makan lebih banyak, dan tetap merasa menghabiskan lebih sedikit daripada di tanah air,” katanya.
Belakangan ini, dolar Singapura diperdagangkan di kisaran 13.800 rupiah, mendekati level tertinggi terhadap mata uang Indonesia.
“Bahkan untuk merek yang sudah kita miliki di Singapura, terkadang harganya masih lebih murah di sini setelah dikonversi,” tambah Marcus.
Meski tetap berkunjung, para wisatawan mengaku tidak mengabaikan faktor keamanan.
Nur Syarifah, wisatawan berusia 29 tahun yang datang bersama lima rekannya, mengatakan mereka tetap berhati-hati selama berada di Jakarta.
“Anda tetap perlu waspada, tentu saja,” kata Syarifah.
Namun, menurutnya, suasana di pusat perbelanjaan maupun kawasan kuliner masih terasa nyaman untuk dikunjungi.
“Tapi kami tidak merasa tidak aman berjalan-jalan di mal atau area kafe di sini. Sejujurnya, lalu lintas masih lebih menegangkan daripada kejahatan,” ujarnya.
Singapura Jadi Penyumbang Wisatawan Terbesar Kedua
Minat wisatawan Singapura terhadap Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Singapura menjadi negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia setelah Malaysia.
Baca Juga : Iran Peringatkan AS, Sebut Resiko Perang Baru di Depan Mata
Pada kuartal pertama 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Singapura tercatat melampaui 320.000 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun isu keamanan sempat menjadi sorotan media asing, daya tarik Jakarta sebagai destinasi belanja dan kuliner masih menjadi alasan utama banyak wisatawan Singapura untuk tetap berkunjung ke Indonesia.

[…] Media Singapura Soroti Jakarta, Meski Rupiah Lemah Turis Tetap Datang […]
[…] Media Singapura Soroti Jakarta, Meski Rupiah Lemah Turis Tetap Datang […]
[…] Baca Juga: Jakarta Disoroti Media Singapura: Turis Tetap Datang meski Rupiah Lemah […]