Media Malaysia Soroti Rupiah Melemah, Wamenpar Singgung soal Wisatawan
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan media Malaysia. Harian The Star menilai kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata Indonesia karena membuat biaya berwisata menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan mancanegara.
Dalam artikelnya yang berjudul “‘Problem is not even an issue’, Weakening Indonesian rupiah to lure more tourists, deputy minister says”, The Star mengulas pernyataan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa terkait dampak depresiasi rupiah terhadap industri pariwisata nasional.
Baca Juga: Ekonomi Pancasila Disoroti Prabowo, demi Cita-cita Lebih Berani
Media tersebut menuliskan bahwa otoritas pariwisata Indonesia memandang pelemahan rupiah sebagai peluang untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air.
“Berbicara di Pameran Pariwisata Bali dan Luar Negeri di Badung pada hari Sabtu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan bahwa tren mata uang saat ini dapat mendorong wisatawan mancanegara untuk tidak hanya memilih Indonesia sebagai tujuan utama mereka, tetapi juga memperpanjang masa tinggal mereka,” tulis The Star, Selasa (2/6/2026).
The Star juga menyebut Kementerian Pariwisata telah meningkatkan berbagai upaya promosi guna memanfaatkan daya saing harga yang muncul akibat pelemahan rupiah.
“Sebagai tanggapan, kementerian telah mengintensifkan kampanye promosi untuk memanfaatkan daya saing harga ini,” tulis media tersebut.
Dalam laporannya, The Star menyoroti target pemerintah Indonesia untuk mendatangkan 16 juta hingga 17 juta wisatawan asing pada tahun ini melalui pengembangan pariwisata berbasis pengalaman.
“Sebagai catatan, Ni Luh mengatakan Indonesia menargetkan untuk mencatat 16-17 juta kedatangan wisatawan asing karena negara kepulauan ini ingin meningkatkan apa yang disebut pariwisata berbasis pengalaman,” tulis The Star.
Media Malaysia itu juga menilai target terbaru tersebut menunjukkan upaya Indonesia untuk melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19, ketika jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai sekitar 16 juta orang.
“Indonesia telah berupaya memulihkan industri pariwisatanya sejak Covid-19 melanda negara ini pada tahun 2020. Target setahun penuh untuk tahun 2025 adalah 15,3 juta wisatawan asing,” tulis The Star lagi.
Baca Juga: Rupiah dan BBM Diwanti-wanti Pengusaha Pelayaran Naik Lagi
Selain mengejar peningkatan jumlah wisatawan, pemerintah Indonesia disebut berfokus pada kualitas pengalaman wisata dan peningkatan aspek keselamatan destinasi.
“Menurut Ni Luh, kebijakan pariwisata Indonesia tidak hanya akan berpusat pada kedatangan wisatawan. Namun, pemerintah akan fokus pada apa yang mereka sebut pengembangan pariwisata berbasis pengalaman, sambil meningkatkan standar keselamatan,” ujarnya.
Saat laporan tersebut diterbitkan, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.835 per dolar AS di pasar valuta asing. Sementara terhadap ringgit Malaysia, rupiah tercatat berada di sekitar Rp 4.482 per ringgit.
