Iran Peringatkan AS, Sebut Risiko Perang Baru Tak Bisa Dihindari
Presiden Iran kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat di tengah mandeknya proses negosiasi damai yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Seorang perwira militer senior Iran bahkan menyebut kemungkinan pecahnya pertempuran baru antara Teheran dan Washington kini semakin terbuka, seiring memburuknya hubungan kedua negara pasca-gencatan senjata yang berlaku sejak April 2026.
Mengutip laporan AFP, Wakil Kepala Komando Militer Pusat Iran Khatam al-Anbiya, Mohammad Jafar Assadi, menilai kebuntuan diplomatik saat ini dipicu oleh sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak memberikan ruang kompromi.
“Amerika Serikat menuntut penyerahan total kami, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah,” tegas Assadi dalam pernyataan resminya, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: Netanyahu Diamuk Trump, Sebut Israel Dibenci Dunia
Menurut dia, situasi yang berkembang saat ini berpotensi mengarah pada konflik yang lebih besar apabila tidak ada perubahan pendekatan dalam proses perundingan.
“Tanpa penyerahan diri, perang tidak bisa dihindari,” lanjut dia.
Ia menambahkan bahwa tanpa adanya kompromi yang seimbang dari Washington, konfrontasi bersenjata dapat menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri bermula setelah pecahnya perang pada 28 Februari 2026. Saat itu, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer dan fasilitas strategis di wilayah Iran.
Konflik kemudian berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan serangan balasan Iran serta gangguan terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Setelah beberapa pekan pertempuran dan berbagai upaya diplomasi yang dimediasi Pakistan, kedua negara akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026.
Kesepakatan tersebut semula berlaku selama dua pekan sebelum diperpanjang untuk memberikan ruang bagi proses negosiasi damai yang lebih luas.
Meski demikian, kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil.
Baca Juga: Israel-Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata, Klaim Trump
Iran dan Amerika Serikat beberapa kali saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati.
Ketegangan juga semakin meningkat akibat operasi militer Israel di Lebanon serta perselisihan terkait akses pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.
Hingga awal Juni 2026, perundingan damai antara Teheran dan Washington belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Bahkan Iran telah mengumumkan penghentian sementara dialog dengan Amerika Serikat setelah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon sejak akhir pekan lalu.
