Trump Ucapkan Selamat ke Demokrat Usai Republik Kalah Midterm
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrat setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilihan sela (midterm). Trump turut mengakui bahwa perang melawan Iran berpotensi menjadi salah satu penyebab yang memengaruhi keputusan pemilih dalam pemilu tersebut.
“Selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Trump dalam wawancara melalui telepon dengan FOX News Democracy 26, Selasa waktu setempat.
Trump mengatakan, kemenangan Demokrat merupakan sesuatu yang telah mereka nantikan selama 11 tahun. Kendati demikian, ia menilai hasil pemilu tersebut bukanlah kekalahan yang secara pribadi ditujukan kepadanya.
Baca Juga : Trump Klaim Republik Bisa Menang Telak Jika Namanya Masuk Surat Suara
Sikap Trump kali ini berbeda dari pernyataan-pernyataannya selama masa kampanye yang kerap menyerang Partai Demokrat. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk menjalin kerja sama dengan partai oposisi yang kini berhasil menguasai Kongres.
“Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal,” ujarnya.
Selain itu, Trump mengakui bahwa perang Iran beserta kenaikan harga minyak kemungkinan turut memengaruhi hasil pemungutan suara. Ia menilai situasi konflik tersebut menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika menentukan pilihan politik.
“Menurut saya, salah satu faktornya adalah Iran, tetapi di sisi lain, masyarakat juga memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya ambil terkait Iran,” katanya kepada Fox.
Meski membuka peluang kolaborasi dengan Demokrat, Trump tetap memberikan peringatan terkait agenda legislasi partai tersebut. Ia menegaskan akan menggunakan hak veto apabila rancangan undang-undang yang diajukan tidak sejalan dengan kebijakannya.
Trump bahkan menyindir bahwa puluhan rancangan undang-undang yang dinilai positif oleh Demokrat sekalipun bisa saja ditolak menggunakan hak veto.
Sementara itu, Trump juga mengaitkan kekalahan Partai Republik dengan kinerja para kandidat dan anggota partainya sendiri. Melalui unggahan di Truth Social, ia mengklaim Partai Republik seharusnya bisa meraih kemenangan besar apabila namanya turut dimasukkan dalam surat suara.
Gubernur Texas Greg Abbott juga menjadi sasaran kritik Trump. Ia menyalahkan Abbott atas kekalahan Republik di wilayah tersebut dan melabelinya sebagai RINO (Republican In Name Only), istilah yang digunakan untuk menyebut anggota Partai Republik yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip partai.
Kritik terhadap kandidat Republik juga disampaikan seorang pejabat Gedung Putih. Pejabat tersebut menilai Trump justru memiliki kemampuan lebih baik dalam mempromosikan sejumlah kandidat dibandingkan upaya kampanye yang dilakukan para kandidat itu sendiri.
Baca Juga : Thailand Minta Warga Siapkan Tas Darurat untuk 3 Hari
Hasil pemilu ini menjadi tantangan bagi Trump dalam menjalani dua tahun terakhir masa jabatan keduanya. Terlebih, Partai Demokrat kini menguasai DPR dan Senat sehingga dapat memengaruhi jalannya agenda pemerintahan.
Meski demikian, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump akan tetap melanjutkan upayanya menghadapi kelompok oposisi. Seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan bahwa hasil pemilu tersebut tidak akan mengubah sikap Presiden AS tersebut.
“Tekad Presiden Trump untuk menghentikan kelompok Kiri Radikal justru akan semakin kuat. Bersiaplah,” ujar pejabat tersebut.

[…] Trump Ucapkan Selamat ke Demokrat Usai Republik Kalah Midterm […]