Pemimpin Dunia Soroti Kemenangan Demokrat dalam Midterm AS 2026
Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan sela (midterm elections) Amerika Serikat (AS) 2026 mendapat sambutan dari sejumlah pemimpin dunia. Mereka berharap perubahan kekuatan politik di Kongres AS dapat membuka kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Washington, baik dalam bidang diplomasi maupun perdagangan.
Dalam pemilu tersebut, Demokrat berhasil mengambil alih kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Republik. Penguasaan atas kedua kamar Kongres memberikan Demokrat kekuatan lebih besar untuk menghambat pengesahan undang-undang maupun proses pengangkatan pejabat yang diajukan Presiden Donald Trump.
Perubahan komposisi Kongres ini turut menjadi perhatian sejumlah negara. Para pemimpin internasional melihat adanya peluang untuk mendorong kerja sama baru, termasuk dalam upaya menyelesaikan konflik di berbagai kawasan.
Jerman Berharap Ada Inisiatif Baru untuk Akhiri Perang
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengaku masih meragukan perubahan kebijakan pemerintahan Trump setelah Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres. Mengutip laporan AFP, Merz menilai Trump selama ini lebih mengandalkan kewenangan eksekutif dalam menjalankan pemerintahan daripada melalui Kongres.
Baca Juga : Trump Sebut Republik Bisa Menang jika Namanya Masuk Surat Suara
“Terus terang, selama dua tahun terakhir Trump sebagian besar menjalankan pemerintahan dengan mengesampingkan Kongres. Mengapa sekarang harus berbeda?” kata Merz.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul berharap kemenangan Demokrat dapat mendorong perubahan arah politik AS. Ia melihat komposisi Kongres yang baru sebagai peluang untuk menginisiasi langkah diplomatik guna mengakhiri perang di Timur Tengah dan Ukraina.
“Dengan mayoritas mereka di kedua kamar Kongres, Partai Demokrat kemungkinan akan berupaya mengubah arah politik di Amerika Serikat,” kata Wadephul.
Menurut Wadephul, penguatan kerja sama antara AS dan negara-negara Eropa dapat membuka ruang bagi inisiatif baru untuk menyelesaikan konflik internasional.
Spanyol Nilai Gelombang Politik Sayap Kanan Mulai Melemah
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menilai kekalahan kubu Trump dalam pemilu sela AS mencerminkan melemahnya pengaruh politik sayap kanan di berbagai negara.
“Hal itu terjadi di Brasil. Baru saja terjadi di AS. Dan sebentar lagi akan terjadi di Spanyol,” kata Sanchez.
Pernyataan tersebut disampaikan Sanchez menjelang pemilihan umum Spanyol yang direncanakan berlangsung pada akhir November 2026. Pemimpin berhaluan sosialis itu berpendapat bahwa tren politik sayap kanan yang sebelumnya berkembang kini mulai mengalami kemunduran.
Rusia Berharap Trump Tetap Melanjutkan Upaya Perdamaian
Berbeda dengan sejumlah pemimpin Eropa, Rusia justru berharap kekalahan Partai Republik tidak menghentikan upaya Donald Trump dalam mendorong perdamaian internasional.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa hasil pemilu sela tidak mengubah kedudukan maupun kewenangan Trump sebagai Presiden AS. Karena itu, Moskwa berharap Washington tetap melanjutkan berbagai inisiatif perdamaian.
“Presiden Trump masih menjalankan kewenangannya. Kami sungguh berharap dia juga akan melanjutkan upaya-upaya perdamaiannya,” kata Peskov.
Afrika Selatan Berharap Hubungan dengan AS Membaik
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyambut hasil pemilu sela AS dengan harapan hubungan Pretoria dan Washington dapat kembali membaik setelah sebelumnya mengalami ketegangan.
Ramaphosa berharap kedua negara mampu menemukan kesepahaman dalam berbagai kepentingan, terutama yang berkaitan dengan geopolitik, perdagangan, dan investasi.
“Kami berharap, secara bilateral, akan ada kesamaan pandangan sehingga kita dapat menemukan jalan ke depan yang tepat dalam persoalan geopolitik, perdagangan, maupun investasi,” kata Ramaphosa.
Ia juga berharap perubahan politik di AS dapat menjadi awal bagi terbentuknya era baru dalam hubungan internasional.
Uni Eropa Minta AS Pertahankan Dukungan untuk Ukraina
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas berharap Kongres AS yang baru tetap mempertahankan dukungan kepada Ukraina di tengah perang dengan Rusia.
Ia juga mendorong agar Washington meningkatkan tekanan terhadap Moskwa untuk menghentikan konflik yang masih berlangsung.
Baca Juga : Netanyahu Desak Trump Kembali Serang Iran usai Pemilu Sela AS
“Saya berharap Kongres yang baru akan terus mendukung Ukraina dan juga memberikan lebih banyak tekanan kepada Rusia,” kata Kallas.
Kallas menambahkan bahwa kerja sama antara AS dan Eropa akan memberikan kekuatan lebih besar dalam mendorong Rusia mengakhiri perang di Ukraina.
Inggris Ajak Negara Dunia Bersatu Hadapi Biaya Hidup
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham memandang hasil pemilu sela AS sebagai kesempatan bagi negara-negara dunia untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi persoalan biaya hidup.
Menurut Burnham, penerimaan Trump terhadap hasil pemilu dapat menjadi momentum bagi komunitas internasional untuk menyatukan langkah dalam mengatasi persoalan ekonomi yang turut dirasakan masyarakat di berbagai negara.
“Presiden Trump telah menerima hasilnya, dan saya merasa dunia sekarang memiliki kesempatan untuk bersatu mengatasi persoalan yang memengaruhi kita semua, yaitu biaya hidup,” kata Burnham.

[…] Pemimpin Dunia Soroti Kemenangan Demokrat dalam Midterm AS 2026 […]