Banyak Pekerjaan Terancam Punah akibat AI, Ini Daftarnya!
Studi terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mampu mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dilakukan hampir 12 persen tenaga kerja di Amerika Serikat.
Para peneliti menyebut AI kini memiliki kemampuan kognitif yang cukup untuk menjalankan berbagai tugas yang selama ini dikerjakan manusia.
Penelitian tersebut menggunakan metrik Indeks Gunung Es yang mensimulasikan lebih dari 150 juta pekerjaan pada hampir 1.000 jenis profesi untuk melihat bagaimana interaksi antara AI dan pekerja manusia berlangsung.
Hasilnya menunjukkan penggunaan AI jauh lebih luas dari yang terlihat di permukaan. Salah satu contohnya adalah kemampuan AI dalam menyusun dan meninjau kode komputer, pekerjaan yang dulunya hanya bisa dilakukan tenaga terampil.
Baca Juga: Pedagang Usul Pajak Impor 10 Persen lewat Lapor Pak Purbaya
AI Semakin Diadopsi di Berbagai Sektor
MIT mencatat berbagai industri kini mengintegrasikan AI untuk menggantikan atau membantu fungsi operasional mereka.
Di sektor jasa keuangan, AI dipakai untuk memproses dokumen, membaca laporan, hingga melakukan analisis rutin. Sementara itu, di layanan kesehatan, teknologi ini mengambil alih tugas administratif agar tenaga medis dapat lebih fokus pada pasien.
Perusahaan manufaktur juga mengandalkan AI untuk kontrol kualitas, terutama melalui otomatisasi inspeksi.
Sementara itu, operator logistik memanfaatkannya untuk manajemen pemenuhan dan distribusi barang.
Meski begitu, para peneliti mencatat AI tidak sepenuhnya menghapus pekerjaan manusia. Teknologi ini lebih bersifat transformatif karena mengubah struktur peran dan keterampilan yang dibutuhkan.
“Analis keuangan tidak akan menghilang, namun sistem AI bisa memproses sebagian besar dokumen serta pekerjaan analisis rutin. Ini akan mengubah struktur peran dan keterampilan yang diperlukan, tanpa mengurangi jumlah karyawan,” tulis tim peneliti MIT, Rabu (3/12/2025).
Dalam temuan lainnya, AI telah mengambil alih sejumlah pekerjaan tingkat pemula, posisi yang umumnya diperuntukkan bagi lulusan baru atau mereka yang minim pengalaman.
Baca Juga: ESDM Buka Suara terkait Alasan Shell Tak Kunjung Jual Bensin
15 Pekerjaan yang Terancam Punah hingga 2027
Menurut laporan World Economic Forum (WEF), berikut daftar pekerjaan yang paling berpotensi hilang dalam dua tahun ke depan:
- Petugas pos
- Teller bank
- Kasir dan penjaga loket
- Data entry
- Sekretaris dan staf administrasi
- Pencatat stok (stock-keeping)
- Staf akuntansi, pembukuan, dan payroll
- Legislator dan pejabat pemerintahan
- Staf statistik, asuransi, dan keuangan
- Sales door-to-door, pedagang kaki lima, dan loper koran
- Satpam
- Manajer kredit dan pinjaman
- Penyelidik dan pemeriksa klaim
- Relationship manager
- Penguji software.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital dan percepatan penggunaan AI menyebabkan banyak pekerjaan terancam mulai punah, baik karena otomatisasi, efisiensi teknologi, maupun pergeseran kebutuhan industri.
Baca Juga: OJK DIminta Bereskan Saham Gorengan di Pasar Modal oleh Purbaya
