Bank-Bank Besar Wall Street Pangkas 10.600 Karyawan di 2025
Bank-bank besar Wall Street memangkas total sekitar 10.600 karyawan sepanjang 2025, menjadikannya pengurangan tenaga kerja terdalam dalam hampir satu dekade terakhir.
Enam bank raksasa Amerika Serikat, yaitu JPMorgan Chase & Co, Bank of America Corp, Citigroup Inc, Wells Fargo & Co, Goldman Sachs Group Inc, dan Morgan Stanley, tercatat memiliki total 1,09 juta karyawan pada akhir Desember, turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut membawa jumlah tenaga kerja gabungan ke level terendah sejak 2021, setelah terakhir kali pemangkasan besar-besaran terjadi pada 2016 dengan pengurangan sekitar 22.000 posisi.
Langkah efisiensi ini dilakukan di tengah upaya para eksekutif menekan biaya operasional, terutama belanja sumber daya manusia yang menjadi komponen pengeluaran terbesar bank.
Baca Juga: Pasca Penangkapan Nicolas MAduro, Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Efisiensi Jadi Fokus Bank Besar Wall Street
Efisiensi kini menjadi agenda utama di Wall Street setelah bank-bank sempat memperluas organisasi mereka saat lonjakan transaksi pada masa pandemi.
Sejak aktivitas ekonomi melambat tajam mulai 2022, perbankan global menghadapi tekanan untuk menyesuaikan skala usaha dengan kondisi pasar yang lebih menantang.
Selain perlambatan ekonomi, perhatian tenaga kerja perbankan juga bergeser pada dampak kecerdasan buatan atau AI yang dinilai berpotensi menggantikan sejumlah peran manusia.
Wells Fargo tercatat sebagai kontributor terbesar dalam penurunan jumlah karyawan, seiring Chief Executive Officer Charlie Scharf melanjutkan agenda pembenahan internal perusahaan.
Jumlah pegawai Wells Fargo pada akhir tahun turun lebih dari 12.000 orang menjadi 205.198 karyawan, yang merupakan level terendah sejak sebelum akuisisi Wachovia pada krisis keuangan global 2008.
Dalam konferensi pers, Scharf menyoroti bahwa penurunan jumlah karyawan telah berlangsung selama 22 kuartal berturut-turut dan sebelumnya menegaskan bahwa pemangkasan masih akan berlanjut.
Citigroup juga menutup tahun dengan jumlah karyawan sekitar 3.000 orang lebih sedikit dibandingkan akhir 2024, seiring proses transformasi yang sedang dijalankan perusahaan.
Bloomberg melaporkan bank tersebut akan memangkas sekitar 1.000 pekerjaan tambahan, dengan CEO Jane Fraser memberi sinyal pemotongan lanjutan dalam memo internal kepada karyawan.
Baca Juga: Siap Guncang Pasar Global, BEI Targetkan Masuk 10 Besar Bursa Dunia
Penambahan Terbatas dan Strategi Pengurangan Alam
Di tengah tren pengetatan, sejumlah bank justru mencatatkan penambahan tenaga kerja sepanjang tahun lalu.
Goldman Sachs meningkatkan jumlah karyawan sekitar 2 persen menjadi 47.400 orang, dengan lonjakan biaya kompensasi disebut sebagai pendorong utama kenaikan total biaya sebesar 11 persen.
Morgan Stanley juga mengakhiri tahun dengan sekitar 2.500 karyawan tambahan, meski sempat memangkas sekitar 2.000 orang pada Maret.
“Ada perubahan berkelanjutan dalam kebutuhan keahlian, sehingga kami akan meninjau jenis talenta yang dibutuhkan di berbagai kelompok dan divisi,” kata Chief Financial Officer Morgan Stanley, Sharon Yeshaya.
Terkait kemungkinan pemangkasan ke depan, ia mengatakan saat ini “belum ada yang perlu dibahas.”
JPMorgan, yang agresif merekrut dalam lima tahun terakhir, kembali menambah karyawan pada 2025, meski dengan laju paling lambat sejak awal pandemi.
Sementara itu, Bank of America memilih mengandalkan strategi pengurangan alam tanpa PHK besar-besaran.
CEO Bank of America Brian Moynihan mengatakan jumlah karyawan diperkirakan akan menurun tahun ini.
“Kami bisa saja memutuskan untuk tidak merekrut dan membiarkan jumlah karyawan berkurang secara bertahap,” lanjut dia.
“Setiap kali ada karyawan yang keluar, bank akan menilai kembali apakah posisi tersebut perlu diisi,” ujar Chief Financial Officer Alastair Borthwick.
Baca Juga: IPO Meleset dari Target, BEI Malah Raup Dana Rp 18 Triliun
